ADVERTISEMENT

Jumat, 05 Agu 2022 12:02 WIB

Asal-usul COVID-19 Mulai Terkuak, Benarkah Pasar di Wuhan Jadi Sumbernya?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Tim peneliti WHO mendatangi Wuhan,China, untuk selidiki asal-usul virus Corona. Salah satu lokasi yang ddatangi tim peneliti WHO adalah Pasar Baishazhou. Foto: AP Photo/Ng Han Guan
Jakarta -

Para ilmuwan mengungkapkan asal-usul COVID-19 perlahan mulai terkuak. Dari dua makalah ilmiah, mendukung teori bahwa virus Corona pertama kali ditularkan ke manusia di pasar basah di Wuhan, China.

Kedua makalah yang diterbitkan di majalah ilmiah Science itu menuding bahwa Pasar Grosir Makanan Laut Huanan menjadi tempat virus itu muncul. Ini juga dicurigai menjadi tempat pertama virus itu ditularkan ke manusia.

Berdasarkan studi tersebut, kasus Covid pertama kali muncul di pasar itu pada akhir November dan awal Desember 2019. Hal ini diungkapkan para ilmuwan setelah memetakan kasus-kasus awal dan menemukan bahwa mereka berkerumun di sekitar pasar.

Para ilmuwan berpendapat bahwa hewan yang dijual di pasar tersebut telah terinfeksi. Hal ini menyebabkan penjual dan pelanggan di sana terjangkit penyakit itu dan menyebarkannya ke orang lain.

"Dari pengamatan klinis di Wuhan, sekitar setengah dari kasus Covid paling awal yang diketahui adalah orang-orang yang terkait langsung dengan pasar makanan laut. Dan kasus lain, yang tidak terkait melalui data epidemiologi, memiliki asosiasi geografis yang lebih dekat dengan pasar," jelas ahli biologi evolusi Michael Worobey, dikutip dari Daily Star, Kamis (4/8/2022).

"Itulah yang kami tunjukkan di makalah kami. Tidak masuk akal betapa kuatnya asosiasi geografis itu," lanjutnya.

Menurut Worobey, kemungkinan kasus virus Corona tidak berasal dari pasar adalah sekitar 1 banding 10.000. Artinya, kemungkinan itu sangat kecil.

Sudah Lama Dicurigai

Tim ilmuwan internasional tersebut menyimpulkan hal ini karena banyak orang yang sudah lama percaya bahwa Pasar Grosir Makanan Laut Huanan ini mungkin menjadi episentrum pandemi COVID-19. Namun, kesimpulan ini menjadi kontroversial.

"Kami menunjukkan kasus COVID-19 paling awal yang diketahui dari Desember 2019, termasuk yang tidak memiliki hubungan langsung yang dilaporkan, secara geografis berpusat di pasar ini," kata para ilmuwan.

"Kami melaporkan bahwa mamalia hidup yang rentan terhadap SARS-CoV-2 dijual di pasar pada akhir 2019 dan, di dalam pasar, sampel lingkungan positif SARS-CoV-2 secara spasial dikaitkan dengan vendor yang menjual mamalia hidup," pungkasnya.



Simak Video "Pasar Huanan Diduga Kuat Jadi Pusat Penyebaran Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT