ADVERTISEMENT

Minggu, 07 Agu 2022 19:00 WIB

Pengacara Pastikan Roy Suryo Tak Pura-pura Sakit, Begini Riwayat Penyakitnya

Mochammad Fajar Nur - detikHealth
Roy Suryo masih berpenyangga di leher saat dimasukkan ke Rutan Polda Metro Jaya. Foto: Roy Suryo masih berpenyangga di leher saat dimasukkan ke Rutan Polda Metro Jaya. (Yogi/detikcom)
Jakarta -

Roy Suryo resmi ditahan terkait kasus dugaan penistaan agama hingga ujaran kebencian bernuansa SARA. Tim pengacara Roy Suryo menyatakan kliennya tidak berpura-pura sakit selama menjalani proses pemeriksaan di Polda Metro Jaya.

Sebelumnya, pada beberapa kali pemeriksaan tersangka di Polda Metro Jaya, Roy Suryo keluar ruang penyidik dengan kondisi sakit hingga memakai alat penyangga leher (cervical collar). Tim pengacara menyatakan kliennya memang benar-benar sakit dan menjelaskan riwayat penyakit yang diderita Roy Suryo selama ini.

"Kita ya karena sesungguhnya Pak Roy itu memang sakit. Kan sakit itu tidak harus diopname, tapi sakit ini tidak bisa mendapatkan pressure yang bisa menambah sakitnya. Dia sakit diabetes yang sudah mendapat perawatan dari tahun 1994. Itu ada sejarah perawatan dia, kita lampirkan," kata pengacara Roy Suryo, Elza Syarief, saat dihubungi, Minggu (7/8/2022).

Elza juga menyatakan Roy Suryo mengidap penyakit darah tinggi. Dia menyatakan riwayat penyakit kliennya telah diserahkan kepada penyidik dan sedang mengajukan permohonan penangguhan penanganan.

"Kemudian dia punya darah tinggi. Itu kan sangat membahayakan itu bisa stroke, meninggal. Oleh karena itu, kita sudah mengajukan permohonan penangguhan penahanan dengan bukti-bukti tadi," jelas Elza.

Elza Syarief mengungkap alasan pihaknya mengajukan permohonan penangguhan penahanan agar Roy Suryo bisa berobat.

"Kita mengajukan penangguhan, karena kondisi sakit, bukan pura-pura sakit," kata Elza saat dihubungi, Sabtu (6/8).

"Itu tujuannya hanya untuk supaya bisa berobat dengan rutin. Kita mohon doanya aja Pak Roy sehat," ungkapnya.

Darah tinggi berisiko stroke?

Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan kondisi yang terjadi saat tekanan darah terhadap dinding arteri cukup tinggi sehingga memerlukan sejumlah upaya pencegahan, seperti menerapkan hidup sehat dan sebagainya.

dr Djoko Wibisono, SpPD-KGH, Sekretaris Jenderal Indonesian Society of Hypertension (InaSH) menyatakan hipertensi itu salah satu penyakit yang gejalanya tidak muncul sebelum adanya komplikasi.

"Bahwa hipertensi itu sebetulnya ditakuti bukan cuma angka-angkanya saja, tetapi inilah (penyakit). Karena hipertensi itu walaupun tinggi kalau belum terjadi komplikasi atau kerusakan pada organ target atau dikenal HMOD (Hypertension-Mediated Organ Damage) itu yang nggak ada gejalanya," katanya dalam webinar virtual beberapa waktu lalu.

"Baru ada gejala kalau udah ada stroke, lumpuh seluruh tubuh, gangguan pengucapan, gangguan perasaan, gangguan kognitif, dan seterusnya," sambungnya.

Darah tinggi yang tidak dikontrol atau tidak ditangani akan menimbulkan beberapa penyakit serius, seperti:

  • Stroke
  • Retinopati (kebutaan)
  • Penyakit jantung koroner
  • Gagal jantung
  • Penyakit ginjal kronik
  • Gagal ginjal terminal


Simak Video "Waspada! Dokter Jantung Ungkap Pemicu Stroke di Usia Muda"
[Gambas:Video 20detik]
(mfn/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT