ADVERTISEMENT

Senin, 08 Agu 2022 08:30 WIB

Awas, Muncul Benjolan di Area Tubuh Ini Bisa Jadi Kena Long COVID-19

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
SDN Jati 01 Pagi, Pulo Gadung, Jakarta Timur, gelar swab PCR massal yang diikuti para guru. Hal itu dilakukan guna cegah penyebaran Corona di lingkungan sekolah Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Long COVID atau sindrom pasca COVID-19 merupakan kondisi seseorang yang masih merasakan gejala COVID-19 dalam jangka waktu yang lama. Bahkan, masih bisa dirasakan setelah dinyatakan sembuh dari COVID-19.

Biasanya gejala long COVID terjadi selama 12 minggu setelah pasien dinyatakan positif COVID-19. Adapun gejala long COVID-19 paling umum adalah brain fog atau kabut otak, kecemasan, nyeri tubuh, hingga stres. Namun, sebuah studi baru menemukan gejala long COVID-19 berupa benjolan di tenggorokan.

Studi yang dilakukan di Belanda dan dipublikasikan di Lancet Journal ini mengumpulkan data yang dilaporkan oleh lebih 4.200 orang, berusia antara tujuh dan 53 tahun. Juga, mengamati gejala yang muncul pada pasien selama 90 hingga 150 hari setelah dinyatakan positif COVID-19.

Hasilnya, ditemukan gejala berupa nyeri dada, kesulitan bernapas, nyeri saat bernapas, ageusia dan anosmia, hingga benjolan di tenggorokan.

"Gejala persisten pada peserta positif COVID-19 pada 90 hingga 150 hari setelah COVID-19 dibandingkan dengan sebelum COVID-19 dan dibandingkan dengan kontrol yang cocok termasuk nyeri dada, kesulitan bernapas, nyeri saat bernapas, nyeri otot, ageusia atau anosmia, ekstremitas kesemutan, benjolan di tenggorokan, rasa panas dan dingin secara bergantian, lengan atau kaki terasa berat, dan kelelahan umum," demikian bunyi studi tersebut, dikutip dari Ekspress UK, Senin (8/8/2022).

Adapun gejala benjolan di tenggorokan tersebut dianggap sebagai gejala long COVID-19 yang parah, dan lebih banyak dilaporkan pasien wanita daripada pria. Meskipun begitu, penemuan ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

"Gejala yang lebih parah pada peserta positif COVID-19, 90-150 hari setelah COVID-19 termasuk gejala sensorik (ageusia atau anosmia, ekstremitas kesemutan, benjolan di tenggorokan, dan rasa panas dan dingin secara bergantian)," lanjutnya.

"Selain itu, meskipun perbedaan jenis kelamin diketahui ada dalam gejala somatik COVID-19 yang persisten, ini adalah studi pertama dari pengetahuan kami untuk mengelompokkan dinamika gejala berdasarkan jenis kelamin baik sebelum dan sesudah COVID-19," katanya.



Simak Video "WHO Jelaskan Cara Mengidentifikasi Kondisi Long Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT