ADVERTISEMENT

Kamis, 11 Agu 2022 15:21 WIB

Terungkap, Ini Dia Pemilik Antibodi COVID-19 Tertinggi di RI

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
3D ILLUSTRATION VIRUS WITH Indonesia FLAG, CORONAVIRUS, Flu coronavirus floating, micro view, pandemic virus infection, asian flu. (Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/Alexander Sanchez)
Jakarta -

Sebanyak 98 persen warga Indonesia yang sudah memiliki antibodi COVID-19. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan tingkat antibodi pada Desember 2021 lalu yang hanya sebesar 87,8 persen.

Menurut Kementerian Kesehatan RI dan para peneliti Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM UI), peningkatan antibodi ini disebabkan oleh dua faktor yaitu vaksinasi dan infeksi alami.

Namun, ahli epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat FKM UI Pandu Riono mengungkapkan bahwa peningkatan antibodi itu disebabkan pemberian vaksin COVID-19 booster pertama (dosis ketiga).

"Terjadi perubahan, ternyata lebih dari separuh penduduk RI itu kadar antibodinya meningkat jauh di atas 1.000 u/mL. Ternyata kenaikan antibodi yang paling tertinggi pada kelompok yang dibooster," jelas Pandu dalam konferensi pers virtual Serologi Survei Nasional Ketiga, Kamis (11/8/2022).

"Sudah meningkat dari 0,5 persen menjadi 20 persen. Artinya, semakin lengkap dosis vaksinasi, semakin tinggi kadar antibodinya," lanjutnya.

Berikut rincian peningkatan antibodi berdasarkan dosis vaksin COVID-19:

  • Belum divaksin: 963 u/mL
  • Vaksin dosis 1: 1.582 u/mL
  • Vaksin dosis 2: 1.852 u/mL
  • Vaksin dosis 3 (booster): 4.496 u/mL

"Dari hasil ini, jadi kesannya booster itu sangat penting," beber Pandu.

Pandu juga menjelaskan peningkatan antibodi COVID-19 berdasarkan kelompok usia. Dari data yang didapatkan, peningkatan ini terjadi paling banyak pada kelompok usia 60 tahun ke atas, sementara di usia 18 tahun ke atas baru mulai terlihat sedikit kenaikan.

"Kenapa beda sekali, karena pada kelompok 18 ke atas ini sudah ada program booster sejak Januari 2022," kata dia.

"Jadi, antara Desember 2021 dan Juli 2022 terjadi peningkatan. Dan terbesar pada kelompok 60 tahun ke atas, karena waktu itu prioritas boosternya pada kelompok itu," pungkasnya.



Simak Video "90 Persen Warga RI Punya Antibodi, Upaya Pencegahan Tetap Diterapkan"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT