Jumat, 12 Agu 2022 17:36 WIB

#77PortraitAnakBangsa

Lie Dharmawan, Dokter Pencetus RS Apung Swasta Pertama di RI

Yudistira Perdana Imandiar - detikHealth
Shot on OPPO Reno8 Pro 5G. Shot on OPPO Reno8 Pro 5G. (Foto: Dok OPPO)
Jakarta - Mahalnya biaya kesehatan masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah Indonesia. Adanya program jaminan kesehatan seperti yang dijalankan BPJS Kesehatan pun belum membuat layanan kesehatan bisa diakses secara merata oleh seluruh masyarakat Tanah Air.

Biaya kesehatan di Indonesia terus menanjak dari tahun ke tahun. Laporan Lifepal tahun 2020 menjabarkan kenaikan biaya kesehatan di 2017 mencapai 11%, 2018 naik 10,9%, dan 2019 naik 10,8%. Sementara itu, secara berturut-turut kenaikan gaji bersih pekerja formal Indonesia selama 3 tahun itu secara berturut-turut hanya 7%, 3% dan 3%.

Laporan tersebut menggambarkan lonjakan biaya kesehatan tidak diimbangi dengan kenaikan penghasilan masyarakat. Biaya kesehatan yang dimaksud meliputi biaya kamar di rumah sakit, rawat jalan, pengobatan, dan persalinan.

Masalah biaya dan pemerataan akses kesehatan ini akan sangat sulit dientaskan jika hanya pemerintah yang bekerja. Untuk itu, dibutuhkan inisiatif dari berbagai pihak untuk ikut membantu memperluas cakupan akses layanan kesehatan, terutama bagi masyarakat menengah bawah.

Inisiatif itu ditunjukkan oleh Dokter Lie Agustinus Dharmawan. Ia membantu menyediakan akses kesehatan kepada masyarakat lewat rumah sakit apung.

Rumah sakit apung yang dijalankan melalui Yayasan doctorSHARE itu memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di daerah terpencil, khususnya warga yang daerahnya tak memiliki layanan kesehatan reguler.

Dokter Lie telah melakukan tindakan pengobatan dan pembedahan di berbagai daerah Indonesia, seperti di Kepulauan Kei (Maluku), Pulau Panggang (Kepulauan Seribu), Bangka Tengah, Belitung Timur (Bangka Belitung), Ketapang dan Pontianak (Kalimantan Barat), Bali, Nusa Tenggara Timur, dan berbagai wilayah lainnya. Tindakan medis tersebut dilakukannya di atas kapal motor berukuran panjang sekitar 25 meter dan lebar 6,8 meter.

Mengenai sosok dr. Lie, pria kelahiran 16 April 1946 ini menghabiskan masa kecil dalam kondisi keluarga sederhana. Keinginannya menjadi dokter timbul ketika ia menyaksikan masyarakat di sekitarnya sulit untuk mendapatkan pelayanan di rumah sakit karena faktor kemiskinan. Mereka terpaksa berobat ke dukun guna mencari pengobatan alternatif.

Kepeduliannya yang tinggi membuat dr. Lie mantap untuk memberikan layanan kesehatan di Rumah Sakit Apung yang beroperasi dalam sebuah kapal sederhana yang terbuat dari kayu. Bagian dalam kapal itu disekat-sekat menjadi bilik-bilik yang diperuntukkan untuk merawat pasien-pasien inap atau pun pasien-pasien pascaoperasi. Hal tersebut yang kemudian membuat dr. Lie dianggap sebagai dokter gila, karena keberaniannya menggunakan kapal kayu mengarungi pelosok negeri.

Sebagai informasi, foto 77 Potret Anak Bangsa di atas diabadikan oleh kamera OPPO Reno8 Pro 5G 'The Portrait Expert'. Ponsel ini dilengkapi chipset MariSilicon X, memberikan performa AI terbaik dalam mengolah foto maupun video bahkan saat kondisi minim cahaya.

OPPO Reno8 Pro 5G mampu membuat siapa pun dapat menghasilkan karya dan mengekspresikan diri tanpa batas melalui teknologi yang dimiliki, desain yang memukau dan performa paling unggul. Kamu juga bisa berpartisipasi dalam kampanye 77 Potret Anak Bangsa di Instagram OPPO Indonesia, kunjungi website resmi OPPO Indonesia untuk informasi lebih lanjut melalui tautan ini.

(ads/ads)