ADVERTISEMENT

Jumat, 12 Agu 2022 18:17 WIB

98 Persen Warga RI Punya Antibodi COVID-19, Cek Syarat Perjalanan Terbaru!

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Wide-angle view of a modern aircraft gaining the altitude outside the glass window facade of a contemporary waiting hall with multiple rows of seats and reflections indoors of an airport terminal El Prat in Barcelona Foto: Getty Images/iStockphoto/skyNext
Jakarta -

Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) mengumumkan hasil tes serosurvey terbaru per Juli 2022, ada 98,5 persen warga yang memiliki antibodi COVID-19. Meningkat dibandingkan hasil serosurvey per Desember yakni di angka 80 persen.

Juru bicara Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito mengingatkan tingginya antibodi yang diasumsikan sebagai kekebalan komunitas nasional rata-rata tidak mencegah risiko seseorang terpapar COVID-19. Terlebih, tidak sedikit kelompok rawan yang belum bisa menerima vaksinasi COVID-19 karena alasan kesehatan.

Dalam studi tersebut, ditemukan pula mereka yang menerima vaksinasi booster memiliki tingkat antibodi COVID-19 lebih tinggi. "Namun nyatanya secara data cakupan vaksinasi booster belum meningkat signifikan dibanding laju vaksinasi dosis pertama dan kedua terhitung dari suntikan pertama dosis pertama secara nasional," beber Wiku dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom Jumat (12/8/2022).

"Kembali kita ingatkan, vaksinasi bukanlah obat yang membuat kita kebal dari penularan. Ini terlihat dari data bahwa 5 daerah penyumbang kasus tertinggi yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, Bali memiliki cakupan vaksinasi booster yang tidak jauh dari rata-rata nasional bahkan lebih tinggi," beber dia.

Karenanya demi mencegah risiko peningkatan kasus COVID-19 semakin signifikan, Satgas merilis SE Satgas No. 23 Tahun 2022, penyesuaian baru kebijakan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) yaitu:

1. Mengizinkan pelaku perjalanan dalam negeri baik WNI maupun WNA usia 6-17 tahun tanpa menjalani testing asal telah divaksinasi dosis kedua. Namun, jika baru sekali divaksin, PPDN wajib testing antigen 1x24 jam atau PCR 3x24 jam sebelum berangkat.

2. Bagi pelaku perjalanan dalam negeri baik WNI maupun WNA usia 6-17 tahun yang
baru menyelesaikan perjalanan luar negeri namun belum mendapatkan vaksinasi tidak diwajibkan menunjukkan kartu vaksinasi namun wajib melampirkan hasil pemeriksaan antigen 1x24 jam (negatif) atau PCR 3x24 jam (negative).

3. Bagi PPDN usia sama dengan atau di atas 18 tahun berlaku:

a. Kewajiban tes PCR 3x24 jam jika tidak bisa vaksin dengan alasan kesehatan maupun jika hanya baru mendapatkan vaksin dosis satu dan dua.
b. Dan diperbolehkan melakukan perjalanan tanpa testing jika sudah menerima vaksin booster.

Aturan tersebut mulai berlaku sejak 11 Agustus 2022 hingga waktu yang belum ditentukan. Satgas bakal terus mengevaluasi kebijakan sesuai dengan tren COVID-19 di Indonesia.



Simak Video "Studi AS Ungkap Covid-19 Memperparah Kerusakan Otak Jangka Panjang"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT