ADVERTISEMENT

Sabtu, 13 Agu 2022 05:56 WIB

Johnson & Johnson Setop Jual Bedak Bayi, Beneran Picu Kanker Nggak Sih?

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Spilled baby scented powder on striped background with short depth of field Bedak bayi ini disebut-sebut memicu kanker (Foto: Istock)
Jakarta -

Perusahaan farmasi Johnson & Johnson (J&J) mengumumkan akan berhenti menjual bedak tabur berbasis talc secara global mulai 2023. Bedak tabur ini kerap dikaitkan dengan risiko kanker meski dibantah oleh J&J.

Keputusan ini diambil 2 tahun setelah J&J lebih dulu menghentikan penjualan bedak taburnya di Amerika Serikat dan Kanada pada 2020. Kala itu, J&J berdalih demand atau permintaan menurut di tengah 'misinformasi' tentang keamanan produk.

Di sisi lain, perusahaan menerima 38.000 gugatan hukum dari pelanggan dan penyintas yang mengklaim produk bedak tabur berbasis talc memicu kanker. Produk ini disebut mengandung asbestos yang dikenal sebagai karsinogen atau pemicu kanker.

Dikutip dari Reuters, J&J membantah tuduhan ini dengan mengatakan bahwa pengujian saintifik dilakukan selama puluhan tahun. Hasilnya, produknya dinyatakan aman dan bebas asbestos.

Saat mengumumkan penghentian penjualan produk bedak tabur kali ini, penegasan tersebut kembali diungkit. Penghentian dilakukan sebagai keputusan komersial untuk beralih ke bedak tabur berbasis cornstarch.



Simak Video "Penerima Vaksin Janssen Dosis Pertama Boleh Lanjut Booster"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT