ADVERTISEMENT

Sabtu, 13 Agu 2022 09:01 WIB

Peranakan Turun, Bisa Sembuh Sendiri atau Harus Diobati?

Alethea Pricila - detikHealth
unrecognizing woman with abdominal pain holds the anatomical model of uterus and ovaries with pathology. diseases uterus and ovaries, endometriosis, ovarian cysts Turun peranakan (Foto: Getty Images/iStockphoto/peakSTOCK)
Jakarta -

Turun peranakan atau prolaps uteri adalah gangguan yang berkaitan dengan turunnya organ panggul seperti uterus ke dalam vagina. Hal ini disebabkan karena kelainan atau kelemahan dasar panggul. Kondisi ini umumnya terjadi pada wanita yang sudah berumur 50 tahun ke atas.

Penyebab utamanya adalah kehamilan dan persalinan. Meski sering terjadi, hal ini bukanlah hal yang lumrah. Hal serupa juga disebutkan oleh dr Gita Nurul Hidayah, SpOG(K) dari RSCM.

"Banyak yang mengatakan bahwa itu (turun peranakan) lumrah karena usia, lumrah karena sudah pernah hamil, sudah pernah melahirkan. Sebenernya, ini bukan hal yang lumrah. Ini adalah penyakit yang bisa diobati hanya saja butuh pertolongan medis ke dokter kandungan untuk mengatasinya," ucapnya dalam live Instagram @rscm.kencana, Jumat (12/8/2022).

Tak hanya itu, ternyata penyakit ini sudah dapat dialami sejak kehamilan pertama yang nantinya akan menimbulkan turun peranakan.

"Pencetus atau pemicu terjadinya turun peranakan itu terjadi di usia yang relatif muda seperti 20 hingga 30 tahun saat seorang perempuan mengalami kehamilan, persalinan, itu sebenarnya cikal bakal kelemahan dari struktur penyokong dasar panggul yang nantinya akan menyebabkan turun peranakan ini," ujarnya.

Gejala

Ada beberapa gejala yang bisa dikenali:

  • Benjolan di vagina
  • Merasakan ada tarikan di perut bagian bawah atau di vagina
  • BAB dan BAK kurang tuntas
  • Rasa tidak nyaman melakukan hubungan seks

Cara Mencegah

Seorang yang sudah pernah hamil dan melahirkan memiliki risiko yang besar terjadinya turun perankan. Oleh karena itu, perlu dilakukan beberapa cara untuk meminimalisir terjadinya turun peranakan, seperti ketika seseorang melakukan pap Semar setahun sekali dapat sekalian memeriksa kesehatan otot dasar panggul.

Tak hanya itu, dr Surahman Hakim, SpOG(K), MPH, Kepala Divisi Urogin-RE RSCM FKUI menjelaskan cara lain yang dapat dilakukan dengan melatih kontraksi:

1. Kontraksi Cepat

Masukan jari ke vagina dan jepit dengan kuat selama dua detik.

2. Kontraksi Lambat

Masukan jari ke vagina, jepit dengan kuat dan tahan selama 5 hingga 10 detik.

"Kalau penelitian di Amerika dikatakan minimal 50 kontraksi, baik cepat atau lambat selama satu hari," kata dr Surahman



Simak Video "Kasus Covid-19 di Yogyakarta Melandai, Siap Jadi Endemi?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT