ADVERTISEMENT

Minggu, 14 Agu 2022 17:33 WIB

Istri Sambo Disebut Trauma hingga Depresi, Bagaimana Kondisinya?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Penyidikan laporan istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, terkait dugaan pelecehan seksual terhadap dirinya di rumah dinas Duren Tiga, Jaksel, dihentikan. Putri Candrawathi (paling kanan). Foto: Dwi/detikcom
Jakarta -

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menyebut istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, mengalami trauma hingga depresi. Kondisi mental Putri dianalisa tim psikolog dan psikiater yang mengunjungi kediamannya.

Wakil Ketua LPSK Susilaningtyas mengatakan Putri dipastikan tidak berpura-pura depresi, hasil penilaian kejiwaan dibeberkan tim psikolog dan psikiater melalui asesmen pertama. "Itu kan pengamatan psikolog sama psikiater, yang mereka dapatkan seperti itu. Iya (tidak ada kepura-puraan), memang kesimpulan dari psikolog dan psikiater. Bu Putri kondisinya depresi dan trauma," jelas Susilaningtyas, dikutip dari detikNews, Minggu (14/8/2022).

Penilaian kejiwaan seseorang dengan dokter psikiater umumnya melalui beberapa tahap. Banyak aspek yang juga dinilai selama asesmen yakni bagaimana cara seseorang berbicara, bagaimana sikap dan perilakunya, hingga kondisi mood dan persepsi yang mempengaruhi keseharian seseorang.

Tidak jarang, untuk menunjang kebutuhan penilaian status mental pasien, dibutuhkan pemeriksaan lanjutan seperti CT scan hingga rekam otak EKG. Demi memastikan hasil status mental pasien valid, psikiater juga menggunakan hasil tes Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI).

"Dengan melakukan tes psikologis akan terlihat secara objektif, valid ga dia isinya, itu instrumen MMPI akan mendeteksi hal tersebut, bohong atau tidak," beber dr Lahargo saat dihubungi detikcom, ditulis Minggu (14/7/2022).

"Sehingga kalau tidak valid akan diulang kembali," sambungnya.

Kondisi Jika Depresi

Dari sejumlah hasil tes tersebut, dr Lahargo menyebut profil kepribadian atau kejiwaan seseorang bakal terlihat. Barulah psikiater bisa menentukan diagnosis gangguan jiwa pasien.

"Apakah termasuk kecemasan, depresi, atau gangguan bipolar, atau ada PTSD, itu semua kriteria diagnostik-nya sudah jelas," bebernya.

"Misalnya kalau depresi, dua minggu ada mood yang menurun, semangat kurang, fokus konsentrasi makan terganggu, hingga ada keinginan mengakhiri hidup," pungkas dia.



Simak Video "Ingin Berikan Perlindungan ke Anak Sambo, Kak Seto Minta Izin Bareskrim Polri"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT