ADVERTISEMENT

Senin, 15 Agu 2022 11:31 WIB

BGS Bikin BGSi! Bukan Singkatan Nama Menkes Ya, Tapi Ini Artinya

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat meninjau kegiatan pemeriksaan TBC di Puskesmas Girimulyo 1, Kulon Progo, DIY, Selasa (29/3/2022). Menkes Budi Gunadi Sadikin (Foto: Jalu Rahman Dewantara/detikJateng)
Jakarta -

Dalam upaya menghadirkan layanan pengobatan yang presisi bagi masyarakat, Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) resmi meluncurkan Biomedical & Genome Science Initiative (BGSi) pada Minggu (14/8/2022).

BGSi merupakan program inisiatif nasional pertama yang dibuat oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, berguna untuk mengembangkan pengobatan yang lebih tepat bagi masyarakat.

Adapun caranya, yaitu mengandalkan teknologi pengumpulan informasi genetik (genom) dari manusia maupun patogen, seperti virus dan bakteri atau bisa juga disebut Whole Genome Sequencing (WGS).

Menurut Budi, pengembangan WGS ini sejalan dengan transformasi bioteknologi dalam aktivitas bio surveillance dan layanan kesehatan, yang ditujukan dalam peningkatan deteksi patogen dan memperbaiki pengobatan.

Sebelumnya, metode WGS sendiri telah dimanfaatkan dan berperan penting dalam penanggulangan COVID-19 di Indonesia.

"Teknologi ini sangat penting untuk kesehatan masyarakat ke depan. Melalui bioteknologi genome sequencing ini, kemampuan kita untuk mengidentifikasi sumber penyakit dan mengobatinya akan sangat pasti dan personal,"ujar Menkes Budi, dikutip dari laman Kemenkes RI.

"Bagusnya kita tahu secara pasti diagnosis dan perawatannya. Contohnya sakit batuk, walaupun gejalanya sama namun di setiap orang sakitnya bisa berbeda-beda. Dengan adanya BGSi ini, kita bisa identifikasi lebih cepat sakitnya apa, sehingga bisa segera kita obati," lanjut Menkes.

Lebih lanjut, metode WGS ini akan dimanfaatkan untuk penelitian pengembangan pengobatan pada enam kategori penyakit utama lainnya, yaitu

  • Kanker
  • Penyakit menular
  • Penyakit otak dan neurodegeneratif
  • Penyakit metabolik
  • Gangguan genetik
  • Penuaan

Saat ini hanya terdapat 12 mesin WGS di Indonesia. Untuk mendukung berjalannya BGSi, Kemenkes menambah 48 mesin yang akan disebar di berbagai rumah sakit rujukan nasional yang terlibat dalam BGSi yang dilengkapi dengan mesin-mesin sequencing high throughput yang mampu memproses ratusan sampel genom manusia per minggu.

Target dalam dua tahun kedepan, ada 10 ribu genome sequences manusia yang terkumpul dan diteliti untuk pemetaan varian data genome dari populasi penduduk Indonesia yang memiliki penyakit prioritas yang telah ditentukan sebelumnya.



Simak Video "Momen Pertemuan Menkes Budi Gunadi Sadikin dan Bill Gates"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT