ADVERTISEMENT

Senin, 15 Agu 2022 12:02 WIB

Kenapa Roy Kiyoshi Harus Minum Obat Seumur Hidup? Ini Penjelasan Ahli Jantung

Alethea Pricila - detikHealth
Roy Kiyoshi Sisa hidup Roy Kiyoshi disebut tersisa dua tahun lagi. (Foto: Instagram @roykiyoshi)
Jakarta -

Roy Kiyoshi disebut dokter memiliki sisa hidup dua tahun lagi. Hal ini terjadi karena penyakit jantung yang diidapnya. Beberapa dokter yang Roy Kiyoshi temui memperdiksikan hal serupa. Namun, Roy Kiyoshi tetap percaya bahwa usianya tetap berada di tangan Tuhan.

"Ya balik lagi dokter vonis aku, tapi Tuhan bisa berkata lain," ujarnya saat ditemui di kawasan Transmedia, Jakarta Selatan, dikutip dari detikHot.

Roy Kiyoshi disebut mengalami pembengkakan jantung yang membuatnya harus mengonsumsi obat seumur hidup. Ia juga mencoba obat herbal yang memakai resep dari dokter.

"Memburuk-memburuk akhirnya dokter menyuruh aku minum obat seumur hidup. Aku coba pengobatan Chinese herbal, teru juga itu coba pengobatan medis. Walaupun aku nggak terlalu ngerasa Chinese herbal ini manjur atau nggak," jelasnya.

Kenapa Butuh Minum Obat Seumur Hidup?

Pembengkakan jantung terjadi karena berbagai penyebab, salah satunya adalah sumbatan pembuluh darah ke jantung. Jika tidak meminum obat pengencer darah selama lebih dari tiga hari, ada risiko pasien mengalami stroke.

Hal ini dijelaskan dr Vito A Damay, SpJ(K), spesialis jantung dan pembuluh darah dari Rumah Sakit Siloam Karawaci.

"Ada obat pengencer darah, bila tidak terminum sehari umumnya masih tidak apa-apa walaupun tentu bila lebih dari tiga hari ter-skip maka risiko terjadi stroke atau penyumbatan jantung lebih tinggi," ucapnya kepada detikcom, Sabtu (13/8/2022).

Apakah Bahaya Jika Tidak Diminum?

Tingkat bahaya jika obat tidak diminum tergantung pada jenis yang diberikan. dr Vito menyebut hampir setiap obat memiliki efek samping jika tidak diminum, seperti obat pengencer darah yang bila tidak diminum selama lebih dari tiga hari dapat menyebabkan stroke hingga efek dari obat diuretik yang membuat efek buang air kecil pada lemah jantung atau jantung bengkak.

Tak hanya itu, pada pasien yang belum stabil, rutin minum obat dibutuhkan agar pasien tidak sesak. Namun, pada pasien yang sudah stabil tidak ada dampak yang ditimbulkan jika tidak mengonsumsi obat selama satu hari.

"Kalau yang sudah relatif stabil, lupa minum sehari masih tidak terasa sesak atau masih bisa aktivitas seperti biasa. Jadi (bahaya atau tidak) sesuai kondisi klinis," pungkas dr Vito.



Simak Video "Goes Bareng Mika Tambayong di Indonesia Heart Bike 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT