ADVERTISEMENT

Senin, 15 Agu 2022 16:15 WIB

Boleh Happy! Virolog Bawa Kabar Baik Buat yang 'Sembuh' dari Omicron

Mochammad Fajar Nur - detikHealth
Doctor with a positive blood sample for new variant detected of the coronavirus strain called covid Omicron. Research of new african strains and mutations of the Covid 19 coronavirus in the laboratory Ilustrasi subvarian Omicron. Foto: Getty Images/iStockphoto/Diy13
Jakarta -

Pakar virologi terkemuka asal Thailand Dr Yong Poovorawan menyatakan tidak perlu panik pada kondisi long COVID yang dikhawatirkan muncul pasca terinfeksi COVID-19. Ia menegaskan kondisi ini akan membaik dan sembuh secara bertahap.

"Ini bukan fenomena yang tidak biasa karena pasien dari banyak penyakit lain juga menderita gejala ini setelah sembuh," katanya dalam postingan Facebook, dikutip dari The Star, Senin (15/8/2022).

Dalam postingan tersebut, Dr Yong Poovorawan menyebutkan beberapa gejala dari long COVID yang umum terjadi. Mulai dari gejala kelelahan, sesak napas, sakit kepala, hingga depresi dan insomnia.

"Termasuk kelelahan, sesak napas, sakit kepala, kabut otak, nyeri otot atau sendi, nyeri dada, batuk, diare, kehilangan indra penciuman dan rasa, depresi, dan insomnia," tulisanya.

Namun ia mengatakan, pada gelombang subvarian Omicron kali ini hanya sedikit pasien yang mengalami long COVID dibanding gelombang subvarian Delta.

"Sebuah studi terbaru yang diterbitkan di Lancet menunjukkan bahwa secara signifikan sedikit gejala long COVID yang ditemukan pada pasien yang tertular Covid-19 varian Omicron dibandingkan dengan varian Delta," jelasnya.

"Ini juga mengungkapkan bahwa pasien long COVID secara bertahap akan menjadi lebih baik dari waktu ke waktu," sambungnya.

Yong menambahkan bahwa gejala long COVID lebih banyak bermanifestasi secara mental daripada fisik dan lebih sering ditemukan pada mereka yang telah pulih dari gejala COVID-19 yang parah. Orang yang lebih tua dan tidak divaksinasi juga lebih rentan terhadap long Covid dibandingkan orang yang lebih muda dan telah divaksinasi.

"Selain itu, Anda bisa meminimalisir terjadinya long Covid dengan melakukan vaksinasi dan pengobatan dini setelah dinyatakan positif untuk mencegah gejala semakin parah," pungkasnya.



Simak Video "4 Kasus Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 Ditemukan di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(mfn/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT