ADVERTISEMENT

Senin, 15 Agu 2022 19:01 WIB

WHO Disebut Sudah Ganti Nama Cacar Monyet, Ini Faktanya

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Apa Itu Cacar Monyet, Kini Ditetapkan Jadi Darurat Kesehatan Global cacar monyet (Foto: Getty Images/iStockphoto/kontekbrothers)
Jakarta -

Ramai dibicarakan bahwa Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengganti nama monkeypox atau cacar monyet. Rencana penggantian nama ini memang sudah lama diusulkan oleh WHO untuk menghindari terjadinya stigmatisasi.

Dikutip dari laman resmi WHO, penetapan nama baru untuk suatu penyakit adalah tanggung jawab WHO, di bawah Klasifikasi Penyakit Internasional dan Keluarga Klasifikasi Terkait Kesehatan Internasional WHO (WHO-FIC).

Namun, sampai saat ini WHO belum secara resmi mengganti nama penyakit cacar monyet. Kini, WHO baru hanya mengadakan konsultasi terbuka untuk nama baru penyakit monkeypox.

"Siapapun yang ingin mengajukan nama baru dapat melakukannya di sini (ICD-11)," tulis WHO dalam laman resminya, Senin (15/8/2022).

Sampai saat ini, nama virus monkeypox masih diproses oleh International Committee on the Taxonomy of Viruses (ICTV).

Makna Clade yang Disebut WHO

Penamaan varian atau clade untuk sebuah patogen merupakan hasil perdebatan di antara para ilmuwan. Untuk mempercepat kesepakatan dalam konteks wabah saat ini, WHO mengadakan pertemuan ad hoc pada 8 Agustus lalu untuk memungkinkan ahli virologi dan pakar kesehatan masyarakat mencapai konsensus tentang terminologi baru.

Dalam pertemuan itu, para ahli virologi cacar, biologi evolusioner, dan perwakilan lembaga penelitian dari seluruh dunia meninjau filogeni dan nomenklatur varian atau clades virus monkeypox. Mereka membahas karakteristik dan evolusi varian virus monkeypox, perbedaan filogenetik dan klinis yang jelas, serta konsekuensi potensial bagi kesehatan masyarakat dan penelitian virologi dan evolusi di masa depan.

Konsensus atau kesepakatan bersama yang dicapai merujuk pada bekas varian Cekungan Kongo (Afrika Tengah) sebagai Clade I dan bekas varian Afrika barat sebagai Clade II. Struktur penamaan yang tepat akan diwakilkan oleh angka Romawi untuk jenis variannya, sementara karakter alfanumerik huruf kecil untuk subclade atau subvarian.

"Dengan demikian konvensi atau aturan tak tertulis untuk penamaan baru terdiri dari Clade I, Clade IIa, dan Clade IIb, dengan yang terakhir mengacu terutama pada kelompok varian yang sebagian besar beredar dalam wabah global 2022,"

Perlu dipahami, penamaan galur atau garis keturunan akan seperti yang diusulkan oleh para ilmuwan saat wabah berkembang. Para ahli akan dikumpulkan kembali jika diperlukan.

"Sampai saat ini, nama-nama baru untuk clades akan segera berlaku, sementara pekerjaan berlanjut pada nama penyakit dan virus," pungkas WHO.



Simak Video "WHO: 35 Ribu Kasus Cacar Monyet Terlapor dari 92 Negara"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT