ADVERTISEMENT

Selasa, 16 Agu 2022 07:40 WIB

ROUND-UP

Berakhir Damai, Kasus Viral Wanita Curi Cokelat di Alfamart Klepto Bukan Sih?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Keluarga wanita yang viral diduga mencuri cokelat di Alfamart Cisauk meminta maaf kepada pegawai Alfamart. Keluarga wanita pengambil cokelat Alfamart meminta maaf diwakili anaknya di Mapolres Metro Tangerang Selatan (Tangsel). Foto: (Khairul/detikcom)
Jakarta -

Kasus wanita mencuri cokelat di Alfamart Sampora, Cisauk, Tangerang, berakhir damai. Mariana, wanita yang mencuri cokelat tersebut mulanya sempat mengancam UU ITE pada pegawai Alfamart yang memviralkan dirinya.

Namun, belakangan Mariana meminta maaf. Ia bahkan sebelumnya berdalih tidak sadar sempat mengambil cokelat.

Banyak netizen yang mengaitkan aksi dirinya kepada perilaku kleptomania. Memang apa bedanya sih dengan mencuri?

Psikiater dr Lahargo Kembaren, SpKJ dari RSJ Marzoeki Mahdi Bogor menjelaskan klepto atau kleptomania yang dituding diidap Mariana, termasuk salah satu gangguan kejiwaan. Gangguan kejiwaan ini memicu seseorang memiliki dorongan atau mencuri dengan mengambil barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan.

"Benda yang dicuri oleh orang dengan kleptomania umumnya memiliki nilai yang kecil bagi mereka, Mereka juga biasanya tidak merencanakan pencurian mereka, tetapi mereka umumnya akan menghindari mencuri ketika risiko penangkapan tinggi," katanya saat dihubungi detikcom, Senin (15/8/2022).

"Mereka biasanya merasa tertekan atau bersalah atas pencurian setelah terjadi," sambung dia.

Bukan berarti setiap orang yang memiliki kebiasaan tersebut dikategorikan kleptomania. Untuk memastikannya, tetap memerlukan penilaian kejiwaan dengan profesional yakni melalui tes Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI).

"Menentukan seseorang mengalami gangguan Kleptomania atau tidak membutuhkan pemeriksaan psikiatri yang komprehensif. Pemeriksaan dilakukan oleh seorang psikiater," tegas dia.

Apa Sih Ciri-ciri Klepto?

dr Lahargo menjelaskan beberapa gejala kleptomania yang kerap ditemukan:

  • Dorongan yang terus-menerus dan berulang untuk mencuri barang-barang yang tidak diperlukan untuk penggunaan pribadi dan tidak membawa keuntungan finansial.
  • Perasaan meningkatnya ketegangan sebelum pencurian; kesenangan, kepuasan, atau kelegaan pada saat pencurian dan seringkali muncul rasa bersalah, malu, dan/atau penyesalan setelah pencurian, hingga terkadang depresi.
  • Pencurian individu tidak dilakukan karena delusi, mania, atau halusinasi, dan tidak dimotivasi oleh balas dendam atau kemarahan.
  • Pencurian seseorang tidak dapat dijelaskan dengan lebih baik oleh Antisocial Personality Disorder, Conduct Disorder, atau episode manik.

Simak Video 'Seputar Kleptomania yang Dikaitkan Aksi Wanita Curi Cokelat di Alfamart':

[Gambas:Video 20detik]



(naf/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT