ADVERTISEMENT

Selasa, 16 Agu 2022 08:38 WIB

Round Up

Merapat! Kabar Baik Buat yang Pernah Kena Omicron, Ini Kata Virolog

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Female doctor holds a face mask with - Omicron variant text on it. Covid-19 new variant - Omicron. Omicron variant of coronavirus. SARS-CoV-2 variant of concern Foto: Getty Images/iStockphoto/golibtolibov
Jakarta -

Ahli virologi terkemuka di Thailand Dr Yong Poovorawan mengungkapkan kabar baik untuk orang-orang yang mengalami kondisi long Covid pasca sembuh dari infeksi COVID-19. Ia mengatakan bahwa kondisi ini akan membaik dan sembuh secara bertahap.

"Ini bukan fenomena yang tidak biasa karena pasien dari banyak penyakit lain juga mengalami gejala ini setelah sembuh," jelas Dr Poovorawan lewat postingan Facebook miliknya, dikutip dari The Star, Senin (15/8/2022).

Dalam postingan tersebut, Dr Poovorawan menyebutkan beberapa gejala long Covid yang biasa terjadi. Mulai dari sakit kepala, kelelahan, sesak napas, insomnia, hingga depresi.

Dikutip dari laman The Nation Thailand, long Covid ini banyak terjadi pada mereka yang telah pulih dari gejala COVID-19 yang parah. Kondisi ini juga lebih banyak terjadi pada orang yang lebih tua dan tidak divaksinasi.

Dr Poovorawan juga menunjukkan bahwa gelombang subvarian Omicron kali ini hanya sedikit pasien yang mengalami long Covid dibandingkan saat Delta menyerang.

"Studi terbaru yang dipublikasikan di Lancet menunjukkan bahwa gejala Long COVID-19 hanya sedikit ditemukan secara signifikan pada pasien yang terjangkit COVID-19 varian Omicron dibandingkan varian Delta," katanya.

"Ini juga mengungkapkan bahwa pasien Long Covid secara bertahap akan menjadi lebih baik dari waktu ke waktu," lanjutnya.

Meski begitu, Dr Poovorawan meminta masyarakat agar tidak panik saat jumlah pasien long Covid meningkat. Menurutnya, kondisi ini bisa diminimalisir dengan melakukan vaksinasi dan pengobatan dini.

"Selain itu, Anda bisa meminimalisir terjadinya Long Covid dengan melakukan vaksinasi dan pengobatan dini setelah dinyatakan positif untuk mencegah gejala bertambah parah," pungkasnya.



Simak Video "Epidemiolog Tegaskan Sering Terinfeksi Covid-19 Tak Bikin Tubuh Kian Kebal"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT