ADVERTISEMENT

Rabu, 17 Agu 2022 15:00 WIB

Positif Corona Tahun Lalu, Tapi Kok Masih Anosmia? Hati-hati Long COVID

Vidya Pinandhita - detikHealth
Virus In Red Background - Microbiology And Virology Concept Foto: Getty Images/iStockphoto/loops7
Jakarta -

Sejumlah negara termasuk Indonesia belum bebas dari ancaman COVID-19. Seiring melonjaknya kasus imbas subvarian Omicron BA.4 dan BA.5, risiko gejala COVID berkepanjangan (Long COVID) juga masih menjadi sorotan. Pasalnya, beberapa gejala Long COVID diyakini bisa tersisa hingga berbulan-bulan, bahkan menahun setelah pasien dinyatakan negatif COVID-19.

Dikutip dari Times of India, dalam studi terbaru, peneliti dan Italia dan Inggris berupaya mencari tahu berapa lama gejala COVID-19 bertahan. Khususnya, pada pasien dengan gejala COVID-19 relatif ringan yang mengalami hilang kemampuan mencium bau dan mengecap rasa (anosmia).

"88,2 persen pasien yang melaporkan gangguan bau atau rasa terkait COVID-19 pulih sepenuhnya dalam dua tahun. Pemulihan yang terlambat diamati pada 10,9 persen pasien," ujar peneliti, dikutip dari Times of India, Rabu (17/8/2022).

Lebih lanjut, peneliti juga menemukan bahwa diperlukan waktu sekitar dua tahun bagi 90 persen pasien agar indera perasa dan penciuman bisa kembali normal setelah terinfeksi virus Corona. Pada beberapa kondisi, jangka waktu yang lama tersebut bisa sampai mengganggu aktivitas sehari-hari.

Namun peneliti juga menambahkan, penelitian mereka masih memerlukan pengkajian lebih dalam terkait fenomena Long COVID. Pasalnya, ukuran sampel penelitian tersebut masih kecil dan terbatas secara geografis, serta belum mencakup evaluasi psikologis pada penyintas COVID-19.

Di samping itu, berikut beberapa gejala berkepanjangan yang terlapor pada kasus Long COVID:

  • Kelelahan
  • Demam
  • Sesak napas
  • Batuk
  • Kesulitan berpikir atau berkonsentrasi
  • Sakit kepala
  • Masalah tidur
  • Pusing saat berdiri
  • Depresi atau kecemasan
  • Nyeri sendi atau otot
  • Sakit dada
  • Detak jantung cepat atau berdebar
  • Diare
  • Sakit perut
  • Ruam


Simak Video "Epidemiolog Tegaskan Sering Terinfeksi Covid-19 Tak Bikin Tubuh Kian Kebal"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT