ADVERTISEMENT

Kamis, 18 Agu 2022 13:00 WIB

Susul AS, Mungkinkah RI Tak Lagi Rekomendasikan Isolasi Usai Kena COVID?

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Aturan Isoman Omicron: Syarat Klinis dan Syarat Rumah Foto: Agung Pambudhy/detikcom
Jakarta -

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS kini tak lagi merekomendasikan karantina atau isolasi untuk orang yang terpapar COVID-19. Aturan tersebut diperbarui CDC pada Kamis (11/8/2022).

CDC mengungkapkan bahwa orang yang terinfeksi COVID-19 harus memakai masker berkualitas tinggi selama 10 hari dan melakukan tes COVID-19 pada hari kelima setelah terpapar.

Bagaimana dengan Indonesia?

Juru bicara Kementerian Kesehatan RI Mohammad Syahril menekankan bahwa kebijakan isolasi mandiri disesuaikan dengan situasi maupun kondisi di masing-masing negara. Ini juga didukung oleh budaya masyarakat di negara-negara tersebut yang sudah sadar akan tanggung jawab mereka saat terinfeksi COVID-19.

Sementara di Indonesia masih menerapkan kebijakan wajib karantina atau isoman demi mengurangi transmisi penularan COVID-19 di masyarakat. Meskipun sebagian masyarakat sudah banyak yang sadar saat terkonfirmasi positif COVID-19, mereka langsung melakukan isolasi mandiri.

"Tentang isolasi mandiri memang kita masih melakukan ini, dengan maksud betul-betul kita akan mengurangi transmisi penularan itu. Jadi, harapannya dengan isolasi mandiri maka itu akan terjadi penurunan transmisi. Memang beberapa negara yang sudah maju terutama, mereka melakukan isolasi mandiri karena sudah sangat sadar mereka," katanya saat konferensi pers, Kamis (18/8/2022).

"Contohnya di Amerika itu kalau sudah kena, dia sudah tahu dia tidak akan keluar dalam hitungan lima sampai tujuh hari. Dan ini memang membutuhkan suatu budaya dan kemampuan dari suatu negara," ucapnya lagi.

Syahril juga menyebut pemerintah Indonesia menerapkan prinsip kehati-hatian yang harus dilakukan secara bertahap. Artinya, pengambilan keputusan selalu menilai situasi dan kondisi di Indonesia.

"Kita masih menerapkan isolasi mandiri walaupun sebagian sudah melakukan. Banyak teman-teman kita, masyarakat kita yang positif antigen maupun PCR, mereka melakukan sendiri. Tanpa harus dia datang di suatu tempat isolasi terpusat yang ada saat ini," ucap Syahril.



Simak Video "Studi AS Ungkap Covid-19 Memperparah Kerusakan Otak Jangka Panjang"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT