ADVERTISEMENT

Sabtu, 20 Agu 2022 07:31 WIB

82 Anak Alami Lepuhan Merah di Kulit, Seberapa Bahaya Flu Tomat di India?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Ilustrasi anak dirawat di rumah sakit Foto: Getty Images/iStockphoto/gorodenkoff
Jakarta -

Flu tomat yang pertama kali diidentifikasi 6 Mei lalu terus meluas di India. Sudah ada 82 anak yang terpapar, seluruhnya berusia di bawah lima tahun.

Ada 26 kasus suspek atau diduga tambahan yang mengidap flu tomat. Penyakit ini dinamai flu tomat lantaran gejala yang muncul merupakan lepuh merah di kulit, disertai demam dan nyeri sendi.

"Sama seperti kita menghadapi kemungkinan munculnya gelombang keempat COVID-19, virus baru yang dikenal sebagai flu tomat, atau demam tomat, telah muncul di India di negara bagian Kerala pada anak-anak di bawah 5 tahun," demikian laporan studi di Lancet, dikutip dari New York Post, Sabtu (20/8/2022).

"Infeksi virus yang langka berada dalam keadaan endemik dan dianggap tidak mengancam jiwa. Namun, karena pengalaman mengerikan dari pandemi COVID-19, diperlukan manajemen yang waspada untuk mencegah wabah lebih lanjut," sambung para ahli.

Seberapa Bahaya?

Flu tomat sejauh ini sudah dideteksi di Kerala, India, dan daerah lain di Anchal, Aryankavu dan Neduvathur.

"Anak-anak berada pada peningkatan risiko terkena flu tomat karena infeksi virus umum terjadi pada kelompok usia ini dan penyebarannya kemungkinan melalui kontak dekat," tambah laporan Lancet.

Petugas medis menyebut belum ada obat untuk mengatasi flu tomat yang diketahui sangat menular. Flu tomat disebut memiliki kemiripan yang mencolok dengan penyakit tangan, kaki, dan mulut pada anak.

"Mengingat kesamaan dengan penyakit tangan, kaki dan mulut, jika wabah flu tomat pada anak-anak tidak dikendalikan dan dicegah, penularan dapat menyebabkan konsekuensi serius dengan menyebar pada orang dewasa juga," tambah studi tersebut.

Gejala lain yang dilaporkan pada kasus flu tomat meliputi:

  • Muntah
  • Diare
  • Dehidrasi
  • Nyeri tubuh.

Sedikitnya beberapa dari mereka mengeluhkan perubahan warna anggota badan.

"Ini bukan penyakit fatal, tetapi menular dan dapat menyebar dari orang ke orang, meskipun cara sebenarnya penyebaran infeksi masih dipelajari," kata Dr Subhash Chandra, asisten profesor Penyakit Dalam di Rumah Sakit Amrita, dikutip dari India Today.

"Pasien yang mengalami demam tomat harus minum banyak cairan dan beristirahat di tempat tidur, seperti yang juga disarankan untuk demam virus lainnya, untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi dan cukup istirahat," sambung dia.

Sementara ini, seluruh kasus flu tomat menjalani isolasi selama 5 hingga 7 hari.



Simak Video "Epidermolisis Bullosa, Kelainan Kulit Langka Pada Manusia"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT