5 Penyakit Akibat Stres Ini Tak Boleh Dianggap Remeh, dari Pilek Sampai Jantung

ADVERTISEMENT

5 Penyakit Akibat Stres Ini Tak Boleh Dianggap Remeh, dari Pilek Sampai Jantung

Afif Ahmad Rifai - detikHealth
Minggu, 21 Agu 2022 10:22 WIB
Shot of stressed business woman working from home on laptop looking worried, tired and overwhelmed.
Foto: Getty Images/iStockphoto/nensuria
Jakarta -

Penyakit akibat stres yang menumpuk tidak bisa dianggap remeh. Pasalnya, beberapa penyakit yang disebabkan oleh manajemen stres yang buruk dapat berkembang menjadi penyakit yang lebih berbahaya.

Dikutip dari Everyday Health, stres adalah hal yang normal dialami oleh kebanyakan orang. Namun, seseorang juga perlu untuk mempunyai manajemen stres yang baik. Ketika seseorang tidak mampu mengelola stres dengan baik, hal itu bisa membahayakan kesehatan mental diri sendiri.

Beberapa Penyakit Akibat Stres

Penyakit yang mungkin bisa muncul akibat dari stres, antara lain:

1. Depresi

Depresi menjadi salah satu penyakit yang mungkin bisa terjadi pada mereka yang mengalami stres. Ada banyak hal yang berpotensi berperan terhadap munculnya depresi pada seseorang, seperti faktor lingkungan, psikologis, hingga peristiwa stres atau traumatis besar di masa lalu.

Menurut data yang diterbitkan di JAMA, terdapat sekitar 20 hingga 25 persen orang yang mengalami stres berat berkembang menjadi depresi. Hal itu menjadi tanda bahwa stres yang berlebihan dapat membuat seseorang mengalami depresi.

2. Insomnia

Sebuah survei yang dilakukan pada 2.000 orang dewasa pada tahun 2013 mendapatkan hasil bahwa 43 persen dari total peserta survei melaporkan bahwa stres menyebabkan mereka terbangun di malam hari setidaknya satu kali dalam sebulan terakhir. Lebih jauh lagi, 45 persen dari mereka menjadi lebih stres ketika mereka tidak bisa mendapatkan tidur yang berkualitas.

Pada penelitian yang sama juga ditemukan bahwa orang dewasa dengan tingkat stres yang lebih rendah mengklaim bahwa mereka rata-rata tidur lebih banyak setiap malam daripada orang dewasa dengan tingkat stres yang lebih tinggi. Perbedaan durasi tidur dari keduanya pun cukup jauh, yaitu hampir satu jam (6,2 jam berbanding 7,1 jam).

3. Penyakit Kardiovaskular

Penyakit kardiovaskular pun turut mengintai mereka yang mengalami stres berat. Pasalnya, stres kronis telah lama dikaitkan dengan hasil kesehatan jantung yang memburuk.

Bagian dari respons stres adalah detak jantung yang lebih cepat dan penyempitan pembuluh darah akibat hormon stres adrenalin, noradrenalin, dan sinyal kortisol. Jika kondisi tubuh berada dalam kondisi seperti ini dengan jangka waktu yang lama, bukan tidak mungkin orang tersebut dapat mengalami kerusakan pada jantung dan sistem kardiovaskularnya.

Baca juga:



Simak Video "Siapa yang Lebih Rentan Alami Stres Saat Liburan?"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT