Nggak Usah Khawatir! RI Belum Masuk Era Resesi Seks, Ini Buktinya

ADVERTISEMENT

Nggak Usah Khawatir! RI Belum Masuk Era Resesi Seks, Ini Buktinya

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Selasa, 23 Agu 2022 17:00 WIB
Pandemi COVID-19 berdampak luas ke berbagai sektor kehidupan serta lapisan masyarakat. Anak-anak pun turut merasakan dampak dari pandemi ini.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Berdasarkan sensus penduduk tahun 2020, jumlah penduduk Indonesia per September 2020 sebanyak 270,2 juta jiwa. Bila dibandingkan dengan hasil 10 tahun sebelumnya, terdapat penambahan penduduk sebanyak 32,65 juta jiwa atau rata-rata 3,26 juta per tahun.

Selain itu penduduk Indonesia didominasi oleh penduduk usia produktif yang meningkat dari 66,1 persen pada 2010 menjadi 70,7 persen pada tahun 2020. Meski dalam grafik tingkat kelahiran turun, namun penduduk Indonesia masih terus bertambah.

Selain itu angka kesuburan atau Total Fertility Rate (TFR) per tahun 2021 menyentuh angka 2,24. TFR adalah jumlah anak rata-rata yang akan dilahirkan oleh seorang perempuan selama masa reproduksinya.

TFR sebesar 2,24 berarti bahwa wanita (usia 15-49 tahun) secara rata-rata mempunyai 2-3 anak selama masa usia suburnya.

Selain itu Indonesia juga diprediksi akan mengalami bonus demografi pada di 2045. Dalam laporan Proyeksi Penduduk Indonesia 2015-2045, Kementerian PPN dan BPS memprediksi jumlah penduduk Indonesia akan mencapai 318,96 juta jiwa pada 2045.

Data tersebut memperlihatkan angka kelahiran diprediksi akan terus mengalami kenaikan. Hanya saja di Indonesia angka fertilitas ini sejalan dengan kematian ibu dan stunting yang naik.

Deputi Bidang Pelatihan, Penelitian, dan Pengembangan (Lalitbang) BKKBN Prof Muhammad Rizal Martua Damanik mengatakan isu kematian ibu dan stunting menjadi salah satu fokus utama yang ingin diatasi pemerintah

"Stunting di Indonesia pada 2021 itu 24,4 persen," katanya dalam agenda The 2nd International Conference on Indonesia Family Planning and Reproductive Health di Yogyakarta, Selasa (23/8/2022).

Sehingga bukan 'resesi seks' yang dikhawatirkan, namun bagaimana caranya agar kondisi ibu dan anak yang dilahirkan ini tetap sehat sehingga bisa produktif di masa depan.



Simak Video "Cegah Cacar Monyet, WHO Minta Masyarakat Hindari Seks Bebas"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT