Ada 1 Pasien di RI, Apakah Cacar Monyet Berbahaya?

ADVERTISEMENT

Ada 1 Pasien di RI, Apakah Cacar Monyet Berbahaya?

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Rabu, 24 Agu 2022 09:46 WIB
A patient with a monkeypox sore rests at the Arzobispo Loayza hospital in Lima, Peru, Tuesday, Aug. 16, 2022. (AP Photo/Martin Mejia)
Foto: AP/Martin Mejia
Jakarta -

Banyak masyarakat yang khawatir dan bertanya, apakah cacar monyet berbahaya? Pasalnya, sudah ada satu kasus konfirmasi cacar monyet yang teridentifikasi di Indonesia. Hal ini dilaporkan langsung oleh juru bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) Mohammad Syahril melalui konferensi pers.

Adapun satu kasus cacar monyet tersebut merupakan pria berusia 27 tahun dengan riwayat perjalanan ke Belanda, Swiss, belgia, dan Perancis. Beberapa gejala yang dikeluhkan pasien berupa demam, pembesaran kelenjar, hingga muncul ruam di area tangan kaki, dan alat genitalia.

"Gejala di tanggal 14, itu ada demam, kemudian juga ada pembesaran kelenjar, tapi keadaannya baik artinya tidak sakit berat," ungkap Syahril.

Pasien yang berdomisili di DKI Jakarta ini dikabarkan baik dan tengah menjalani isolasi mandiri.

Hingga saat ini tercatat sebanyak 22 kasus discarded san satu konfirmasi cacar monyet di Indonesia. Baru-baru ini juga Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan melaporkan terkait temuan dua warga Makassar yang diduga terinfeksi cacar monyet atau virus monkeypox. Meski begitu, sampai saat ini tidak bisa dipastikan apakah dua laporan tersebut menambah total kumulatif pasien suspek cacar monyet di Indonesia.

Apakah Cacar Monyet Berbahaya?

Penyakit cacar monyet sejauh ini tidak berbahaya. Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, fatalitas dari penyakit cacar monyet sangat rendah dibandingkan COVID-19. Berdasarkan data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Budi menyebut dari 35 ribu orang yang terinfeksi hanya 12 orang yang meninggal dunia.

Adapun kasus meninggal tersebut kemungkinan disebabkan oleh virus yang masuk ke dalam tubuh, sehingga menyebabkan infeksi pada paru-paru hingga otak.

"Fatalitasnya sangat rendah. Dari 35 ribu yang ada di WHO, meninggal teridentifikasi 12 orang. Meninggalnya bukan karena virusnya karena di kulit ini tidak bisa meninggal. Meninggalnya biasanya karena secondary infection," tuturnya saat konferensi pers, Senin (22/8/2022).

"Jadi udah infeksi di kulit, kemudian garuk-garuk infeksinya masuk kemudian kena infeksi bakteri di paru. Biasanya meninggalnya karena pneumonia atau infeksi masuk ke meningitis di otak oleh bakteri. Tapi bukan meninggalnya gara-gara infeksi virusnya di kulit," sambungnya lagi.

Meskipun tidak berbahaya, cacar monyet dapat menimbulkan gejala ruam dan melenting khas cacar yang menyakitkan. Terkadang meninggalkan bekas luka cacar yang susah dihilangkan.



Simak Video "Tanggapan WHO soal Heboh Cacar Monyet Dilabeli Penyakit Gay"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/up)
Cacar Monyet Masuk RI!
Cacar Monyet Masuk RI!
27 Konten
Kemenkes RI mengumumkan kasus pertama pasien cacar monyet. Begini gejala yang ditemukan.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT