Angka Kesuburan Dunia Menyusut hingga 50 Persen, Gegara 'Resesi Seks'?

ADVERTISEMENT

Angka Kesuburan Dunia Menyusut hingga 50 Persen, Gegara 'Resesi Seks'?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Kamis, 25 Agu 2022 11:33 WIB
BEIJING, CHINA -MAY 30: Office workers wait in line to show their health codes and proof of 48 hour negative nucleic acid test, outside an office building after some people returned to work, in the Central Business District on May 30, 2022 in Beijing, China. China is trying to contain a spike in coronavirus cases in Beijing after hundreds of people tested positive for the virus in recent weeks. Local authorities have initiated mass testing, mandated proof of a negative PCR test within 48 hours to enter many public spaces, closed schools and  banned gatherings and inside dining in all restaurants, and locked down many neighborhoods in an effort to maintain the countrys zero COVID strategy. Due to improved control and lower numbers of new cases and reduced spread, municipal officials from Sunday permitted the easing of some restrictions to allow for limited return to office, resumption of public transport, and the re-opening of many shopping malls, parks, and scenic spots with limited capacity in some districts. (Photo by Kevin Frayer/Getty Images)
Foto: Getty Images/Kevin Frayer
Jakarta -

World Economic Forum (WEF) merinci selama 70 tahun terakhir, tingkat kesuburan di seluruh dunia menurun hingga 50 persen. Di 1952 silam, rata-rata keluarga memiliki lima anak, sementara saat ini setiap keluarga umumnya tidak memiliki lebih dari tiga anak.

Mengutip Our World in Data, WEF menyebut sebagian besar wilayah mencatat penurunan tingkat kesuburan selama beberapa dekade terakhir. Gegara 'resesi seks'?

Max Rouser, pendiri Our World in Data menyebut sejumlah teori di balik penurunan tingkat kesuburan yang drastis, sebagian besar mengacu pada sejumlah studi. Satu hal yang disoroti adalah peningkatan biaya untuk membesarkan anak-anak.

Bedakah tingkat kesuburan dan kelahiran?

Kedua ukuran tersebut memang berkaitan dengan pertumbuhan penduduk, tetapi maknanya berbeda.

Tingkat Kelahiran: Jumlah total kelahiran dalam satu tahun per 1.000 individu.
Tingkat Kesuburan atau fertilty rate: Jumlah kelahiran dalam satu tahun per 1.000 wanita usia subur dalam suatu populasi.

Our World in Data mengungkap angka kesuburan per 1951 berada di 5 per 1.000 wanita, sementara 2020 menurun berada di 2,4.

Apa Efeknya?

Tingkat kesuburan yang lebih rendah, ditambah dengan peningkatan harapan hidup di seluruh dunia, menciptakan populasi yang menua. Sejak 1950, usia rata-rata global telah berkembang dari 25 tahun menjadi 33 tahun.

Populasi yang lebih tua datang dengan sejumlah risiko ekonomi, termasuk meningkatnya biaya perawatan kesehatan dan tenaga kerja global yang lebih kecil.



Simak Video "Cegah Cacar Monyet, WHO Minta Masyarakat Hindari Seks Bebas"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT