Geger Ratusan Mahasiswa Bandung Positif HIV, Ini yang Dikhawatirkan Psikolog

ADVERTISEMENT

Geger Ratusan Mahasiswa Bandung Positif HIV, Ini yang Dikhawatirkan Psikolog

Vidya Pinandhita - detikHealth
Kamis, 25 Agu 2022 18:33 WIB
STD Blood Tests
ilustrasi HIV (Foto: thinkstock)
Jakarta -

Geger kabar temuan ratusan mahasiswa dan Ibu Rumah Tangga (IRT) di Bandung ketahuan positif HIV. Kabar itu mengacu pada data Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Bandung yang menyebut hingga Desember 2021, dari 5.943 warga Bandung pengidap HIV, mahasiswa menyumbang kasus terbanyak sebesar 6,97 persen atau 414 orang.

"Paling banyak itu usia 20-29 tahun, persentasenya 44,84 persen, usia produktif banget," ungkap Ketua Sekretariat KPA Kota Bandung Sis Silvia Dewi via sambungan telepon, dikutip dari detikJabar, Selasa (23/8/2022).

Ia juga memaparkan, sebabyak 664 IRT yang mengidap HIV diduga tertular dari suaminya yang bergonta-ganti pasangan seksual tanpa menggunakan kondom.

"Nggak pakai pengaman jajannya (hubungan seksual tanpa pengaman selain dengan istrinya)," beber Sis Silvia Dewi lebih lanjut.

Psikolog pendidikan sekaligus influencer Indah Sundari Jayanti, MPsi, menjelaskan maraknya aktivitas seksual tanpa pengaman yang mungkin bergonta-ganti pasangan patut disorot dalam temuan data tersebut. Namun di samping itu, besar kemungkinan edukasi masih minim. Banyaknya paparan tentang risiko HIV tak kunjung membuat orang-orang sadar dan peduli kepada kesehatan, bahkan dalam jangka panjang.

"Sebenarnya kalau bicara HIV ini, salah satu hal yang menjadi penyebab kan adanya hubungan seksual yang mungkin memang tidak sehat atau tidak aman, bergonta-ganti pasangan juga. Artinya di sini sebenarnya yang kita fokuskan bukan hanya masalah hubungan seksualnya saja, tapi edukasi terkait keamanan berhubungan seksual," ujarnya saat ditemui detikcom di Jakarta Selatan, Kamis (25/8).

"Bahwa memang ternyata orang-orang yang ternyata sudah menjadi mahasiswa yang secara edukasi idealnya harus sudah lebih tahu, ternyata masih banyak juga yang menyepelekan tentang pentingnya menjaga diri kita supaya bisa melakukan hubungan seksual secara aman," sambung Indah.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT