Gejala Awal HIV Mirip Flu, Ini Bedanya dengan COVID-19

ADVERTISEMENT

Gejala Awal HIV Mirip Flu, Ini Bedanya dengan COVID-19

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Jumat, 26 Agu 2022 09:01 WIB
Laboratory Request, Hiv Test, Hiv Positive
Gejala awal HIV (Foto: iStock)
Jakarta -

Baru-baru ini heboh soal kasus 400-an mahasiswa Bandung yang terinfeksi HIV atau Human Immunodeficiency Virus. Akibatnya, banyak masyarakat yang khawatir hingga mencari tahu seperti apa gejala awal HIV dan cara penularannya.

Dikutip dari Healthline, gejala awal HIV dikenal sebagai sindrom retroviral akut. Biasanya gejala yang muncul mirip seperti saat seseorang terkena flu biasa, misalnya sakit kepala hingga sakit tenggorokan.

Bedanya Gejala Awal HIV dengan COVID-19

Lantas, bagaimana membedakannya dengan infeksi lain, khususnya COVID-19? Simak penjelasan berikut.

COVID-19

Gejala COVID-19 biasanya muncul dalam waktu dua minggu setelah terpapar virus Corona. Demam, menggigil, batuk, sakit tenggorokan, sesak napas, nyeri otot, hidung tersumbat, kehilangan rasa atau penciuman adalah beberapa gejala yang terkait dengan COVID-19.

Beberapa orang bisa terinfeksi virus Corona dan tidak menimbulkan gejala. Tes COVID-19 menjadi satu-satunya cara tepat untuk mengetahui apakah seseorang tertular COVID-19.

HIV

Gejala awal HIV bisa terasa seperti kasus flu atau COVID-19 yang parah, namun biasanya terjadi beberapa minggu setelah infeksi. Pada banyak orang, tanda dan gejala awal HIV termasuk:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Kelelahan
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Ruam
  • Nyeri sendi atau otot
  • Sakit tenggorokan

Fase awal HIV akut ini adalah respons alami tubuh terhadap infeksi HIV. Gejala biasanya hilang dalam satu sampai empat minggu, oleh karena itu sering disalahartikan sebagai kasus flu.

Infeksi virus ini memang tak akan langsung merusak organ tubuh. Sebab, virus tersebut perlahan berkembang biak dan menyerang sistem kekebalan tubuh, hingga melemahkannya secara bertahap. Fase ini bisa disebut sebagai gejala latensi klinis. Seseorang yang terinfeksi HIV pada tahap ini mungkin merasa sehat dan terlihat baik-baik saja.

Apabila tidak ditangani dengan sejumlah perawatan yang tepat, HIV bisa berkembang menjadi kondisi kronis yang berpotensi mengancam nyawa, yaitu Acquired immunodeficiency syndrome (AIDS). AIDS sendiri merupakan perkembangan dari infeksi HIV stadium 3.

Adapun pengidapnya akan merasakan gejala, seperti:

  • Mual
  • Muntah
  • Diare persisten
  • Kelelahan kronis
  • Penurunan berat badan yang cepat
  • Batuk
  • Sesak napas
  • Demam berulang, menggigil, dan berkeringat di malam hari
  • Ruam, luka, atau lesi di mulut atau hidung, pada alat kelamin, atau di bawah kulit
  • Pembengkakan kelenjar getah bening yang berkepanjangan di ketiak, selangkangan, atau Leher
  • Kehilangan memori, kebingungan, atau gangguan neurologis

Karenanya, penting dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu untuk mendeteksi tahapan virus tersebut berkembang di dalam tubuh. Apabila seseorang termasuk kategori tahap 1, gejala awal HIV yang akan muncul dapat berupa flu, namun bisa juga tanpa gejala. Begitu juga dengan kategori tahap 2, umumnya tidak memicu gejala yang signifikan.

Sedangkan HIV yang berkembang pada fase 3 atau disebut AIDS, pengidap umumnya akan mengalami sejumlah gejala yang serius.



Simak Video "AIDS dan 10 Gejala Umumnya: Batuk Kering-Demam"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/kna)
Gejala HIV Bikin Overthinking
Gejala HIV Bikin Overthinking
12 Konten
Ada beragam informasi tentang gejala HIV. Tapi beneran valid nggak sih?

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT