Daftar Gejala HIV, Heboh Terkait 400-an Mahasiswa Positif di Bandung

ADVERTISEMENT

Daftar Gejala HIV, Heboh Terkait 400-an Mahasiswa Positif di Bandung

Afif Ahmad Rifai - detikHealth
Rabu, 24 Agu 2022 21:00 WIB
ilustrasi obat antiretroviral
Ilustrasi HIV AIDS. Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta -

Data dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Bandung mengatakan hingga Desember 2021 terdapat sekitar 12.358 orang terinfeksi HIV dan 414 di antaranya berstatus mahasiswa. Memangnya apa saja gejala HIV yang umumnya terjadi pada pasien?

Dikutip dari Mayo Clinic, HIV atau human immunodeficiency virus adalah salah satu dari penyakit infeksi menular seksual (IMS). Virus tersebut dapat menular dan menginfeksi pasien melalui berbagai cara, dimulai dari perilaku seks berisiko hingga penularan ke bayi dari ibu pengidap HIV.

HIV juga bisa menginfeksi pasien dengan hampir semua kelompok usia. Seperti yang terjadi di kota Bandung, usia produktif menjadi usia paling banyak yang terinfeksi HIV.

"Paling banyak itu usia 20-29 tahun, persentasenya 44,84 persen, usia produktif banget," kata Ketua Sekretariat KPA Kota Bandung Sis Silvia Dewi via sambungan telepon, dikutip dari detikJabar beberapa waktu lalu.

Gejala HIV-AIDS yang dirasakan oleh seseorang bisa bervariasi tergantung dengan fase infeksinya. Berikut macam-macam fase infeksi HIV-AIDS beserta gejalanya.

Gejala HIV Berdasarkan Fase Infeksinya

1. Infeksi Primer (HIV Akut)

Beberapa orang yang terinfeksi HIV mengaku memiliki gejala penyakit seperti flu dalam waktu 2 sampai 4 minggu setelah virus masuk ke dalam tubuh. Penyakit ini yang dikenal sebagai infeksi HIV primer (akut) dapat berlangsung selama beberapa minggu.

Beberapa gejala yang mungkin terjadi, antara lain:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot dan nyeri sendi
  • Ruam
  • Sakit tenggorokan dan sariawan yang menyakitkan
  • Pembengkakan kelenjar getah bening, terutama di leher
  • Diare
  • Penurunan berat badan
  • Batuk
  • Keringat malam

Gejala tersebut bisa jadi sangat ringan sehingga seseorang mungkin tidak menyadarinya. Namun, jumlah virus dalam aliran darah (viral load) biasanya cukup tinggi pada fase ini. Akibatnya, infeksi menyebar lebih mudah selama infeksi primer dibandingkan tahap berikutnya.

2. Infeksi Laten Klinis (HIV Kronis)

Pada tahap infeksi ini, HIV masih ada di dalam tubuh dan di sel darah putih. Namun, banyak orang mungkin tidak memiliki gejala atau infeksi pada fase ini.

Tahap ini dapat berlangsung selama bertahun-tahun jika seseorang menerima terapi antiretroviral (ART). Namun, pada fase ini seseorang penyakit berkembang dengan lebih parah dan lebih cepat.

3. Infeksi HIV Simtomatik

Ketika virus terus berkembang biak dan menghancurkan sel kekebalan tubuh, seseorang mungkin mengalami infeksi ringan atau gejala kronis seperti berikut ini.

  • Demam
  • Kelelahan
  • Pembengkakan kelenjar getah bening, seringkali merupakan salah satu tanda pertama infeksi HIV
  • Diare
  • Penurunan berat badan
  • Sariawan
  • Herpes zoster
  • Radang paru-paru

Seseorang sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan ketika salah satu atau beberapa gejala HIV yang telah disebutkan muncul. Bahkan, akan lebih baik lagi untuk melakukan pemeriksaan ketika ia merasa telah tertular HIV meskipun tidak ada gejala yang muncul.



Simak Video "AIDS dan 10 Gejala Umumnya: Batuk Kering-Demam"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)
Gejala HIV Bikin Overthinking
Gejala HIV Bikin Overthinking
12 Konten
Ada beragam informasi tentang gejala HIV. Tapi beneran valid nggak sih?

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT