Viral Pria Berotot Kena Diabetes sampai Sempat Koma, Ini Kisahnya

ADVERTISEMENT

Viral Pria Berotot Kena Diabetes sampai Sempat Koma, Ini Kisahnya

Vidya Pinandhita - detikHealth
Selasa, 23 Agu 2022 08:01 WIB
Tangkapan layar unggahan Kurnia @mkbijaksana (Diambil atas izin yang bersangkutan)
Foto: Tangkapan layar unggahan Kurnia @mkbijaksana (Diambil atas izin yang bersangkutan)
Jakarta -

Viral di media sosial kisah seorang pria 'berotot' mengidap diabetes dan sempat sampai koma pada Juli lalu. Pria tersebut yakni Kurnia Bijaksana (@mkbijaksana) yang membagikan kisahnya pada Senin (15/8/2022). Lewat unggahannya, Kurnia memaparkan proses diagnosis hingga pemulihannya.

"Yes benar saya awal Juli lalu literally hampir mati. Gula darah 667, kena DBD juga, trombosit 20 ribu, darah sudah asam sampai koma, dokter sempat marah-marah ke perawat karena sudah hampir telat penanganannya," ujar Kunia mengawali unggahannya, dikutip detikcom atas izin yang bersangkutan, Senin (22/8).

Kurnia menjelaskan, diabetes adalah penyakit gula darah terlalu tinggi dan tidak terkontrol. Penyakit ini seringkali memicu komplikasi dan menjadi biang kerok 'early death'.

Namun Kurnia berpikir, dirinya tak gemar makan manis dan bermalas-malasan. Sebaliknya, ia hidup aktif, sering berolahraga, tidak begitu menyukai makanan manis dan lebih suka makanan daging. Ketika minum pun, biasanya Kurnia lebih memilih air putih atau teh tawar dibanding minuman manis.

"Tapi saya akui, memang 6-12 bulan terakhir gaya hidup saya agak lalai. Makan banyak seperti biasa, tapi gym sering ke-skip. Kalau perjalanan jauh naik mobil, ngopi kopinya kopi yang beli di minimarket, isinya gula kam tuh. Karena banyak pikiran, jadi sedikit banget bergerak," ujarnya sembari memperlihatkan foto tangannya yang berotot.

"Puncaknya mungkin Juni lalu pas ke Bali. Ngurus kerjaan tapi sambil road trip. Road trip (bikin) sering ngopi kemasan yang manis. Ditambah Bali panas banget (dibanding Bandung). Haus terus tuh, sama minum manis banyak banget. Akhirnya terseranglah gula darahnya," imbuh Kurnia.

Kurnia menjelaskan, pada Juli kemarin, berat badannya tiba-tiba turun 7 kg dalam seminggu. Ia sering lemas, angkat beban di gym berkurang drastis, sembari terus-terusan haus. Suatu hari ia muntah banyak padahal tidak makan, sampai akhirnya ia diboyong ke IGD. Setelah dipeiriksa, kadar gula darahnya mencapai lebih dari 500. Setelah itu, Kurnia mengalami koma.

"Saya disuruh opname Jumat dini hari. Lalu saya nggak ingat apa-apa. Tiba-tiba sudah Selasa saja, dan dikabari bahwa istri @sarahzkhairunnisa sudah OTW dari Jepang mau ke Bandung. Sempat kepikiran lah memang sakitnya separah itu? Kok saya nggak sadar, tahu-tahu sudah Selasa lagi?" beber Kurnia.

Rupanya selama koma tersebut, Kurnia juga mengalami demam berdarah. Kadar gula sempat naik ke 667, trombosit turun ke 20 ribu, nafas sesak, gelisah hingga ia mencabut infusnya sendiri, dan mengigau layaknya anak kecil.

"Yang paling bikin khawatir keluarga, pas kontrol ke dokter sempat marah ke perawat karena 'kondisi parah begini dibiarin'. Mengigau dzikir, sampai maaf, dan manggil almarhumah ibu saya. Panik nggak? Paniklah masa nggak," ungkapnya.



Simak Video "Kemenkes RI Laporkan Peningkatan Prevalensi Penyakit Diabetes-Stroke"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT