Badan Kekar Berotot, Kena Diabetes Sampai Koma di Usia 29

ADVERTISEMENT

Terpopuler Sepekan

Badan Kekar Berotot, Kena Diabetes Sampai Koma di Usia 29

Irene Putri Wibowo - detikHealth
Sabtu, 27 Agu 2022 20:59 WIB
Tangkapan layar unggahan Kurnia @mkbijaksana (Diambil atas izin yang bersangkutan)
Foto: Tangkapan layar unggahan Kurnia @mkbijaksana (Diambil atas izin yang bersangkutan)
Jakarta -

Viral kisah seorang pria berotot yang mengidap diabetes hingga sempat mengalami koma. Kurnia Bijaksana (29) dengan username @mkbijaksana membagikan kisahnya di media sosial, mulai dari awal proses diagnosis hingga pemulihannya.

Ia mengungkapkan bahwa pada awal terkena diabetes adalah karena gaya hidup yang kurang baik seperti jarang olahraga, jarang gerak, hingga hobi membeli minuman kopi yang manis di minimarket.

"Tapi saya akui, memang 6-12 bulan terakhir ini gaya hidup saya agak lalai. Makan banyak seperti biasa, tapi gym sering ke-skip. Kalau perjalanan jauh naik mobil, ngopi kopinya kopi yang beli di minimarket, isinya gula kan tuh. Karena banyak pikiran, jadi sedikit banget bergerak," ujarnya sembari memperlihatkan foto tangannya yang berotot.

"Saya awal Juli lalu literally hampir mati. Gula darah 667, kena DBD juga, trombosit 20 ribu, darah sudah asam sampai koma, dokter sempat marah-marah ke perawat karena sudah hampir telat penanganannya," ujar Kurnia saat mengawali unggahannya, dikutip detikcom atas izin yang bersangkutan, Senin (22/8/2022).

Setelah diperiksa, ternyata kadar gula darah Kurnia mencapai lebih dari 500. Hal ini yang menyebabkan ia mengalami koma.

Akibat gaya hidup Kurnia yang kurang sehat, pada Juli lalu berat badannya tiba-tiba turun 7 kg dalam kurun waktu seminggu. Ia juga mengaku sering lemas, selalu haus, hingga angkat beban di tempat gym berkurang drastis. Pada suatu hari ia tiba-tiba muntah dalam jumlah yang banyak padahal tidak makan, hingga akhirnya ia dilarikan ke IGD terdekat.

"Saya disuruh opname Jumat dini hari. Lalu saya nggak ingat apa-apa. Tiba-tiba sudah Selasa saja, dan dikabari bahwa istri @sarahzkhairunnisa sudah OTW dari Jepang mau ke Bandung. Sempat kepikiran lah memang sakitnya separah itu? Kok saya nggak sadar, tahu-tahu sudah Selasa lagi?" jelas Kurnia.

"Yang paling bikin khawatir keluarga, pas kontrol ke dokter sempat marah ke perawat karena 'kondisi parah begini dibiarin'. Mengigau dzikir, sampai maaf, dan manggil almarhumah ibu saya. Panik nggak? Paniklah masa nggak," ungkapnya.

Selepas opname, Kurnia merasa kondisinya jauh lebih baik. Namun, ia masih lemah. Berjalan dan bergerak pun susah, rasanya seperti otot sobek. Ia kemudian diberi terapi insulin alias suntik insulin berkala. Jika gula darah stabil di kisaran 150-200, barulah dosisnya dikurangi.



Simak Video "Kemenkes RI Laporkan Peningkatan Prevalensi Penyakit Diabetes-Stroke"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT