Viral Pria Berotot Kena Diabetes Sampai Sempat Koma, Waspadai Bahayanya

ADVERTISEMENT

Viral Pria Berotot Kena Diabetes Sampai Sempat Koma, Waspadai Bahayanya

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Selasa, 23 Agu 2022 11:02 WIB
Tangkapan layar unggahan Kurnia @mkbijaksana (Diambil atas izin yang bersangkutan)
Foto: Tangkapan layar unggahan Kurnia @mkbijaksana (Diambil atas izin yang bersangkutan)
Jakarta -

Viral kisah seorang pria berotot mengidap diabetes dan sempat koma pada Juli lalu. Melalui media sosialnya @mkbijaksana, Kurnia Bijaksana membagikan proses diagnosis hingga pemulihannya.

Kurnia menjelaskan, berat badannya sempat tiba-tiba turun 7 kg dalam seminggu. Ia pun juga merasa sering lemas, angkat beban di gym berkurang drastis, dan selalu haus. Suatu hari ia muntah banyak padahal tidak makan, sampai akhirnya ia dilarikan ke IGD.

"Yes benar saya awal Juli lalu literally hampir mati. Gula darah 667, kena DBD juga, trombosit 20 ribu, darah sudah asam sampai koma, dokter sempat marah-marah ke perawat karena sudah hampir telat penanganannya," ujar Kurnia mengawali unggahannya, dikutip detikcom atas izin yang bersangkutan, Senin (22/8/2022).

Setelah diperiksa, kadar gula darahnya ternyata mencapai lebih dari 500 dan kemudian Kurnia mengalami koma.

Bahaya Komplikasi Diabetes

Dikutip dari Cleveland Clinic, diabetes merupakan kondisi yang terjadi saat tubuh tidak mampu mengontrol gula (glukosa) untuk digunakan sebagai energi. Hal ini menyebabkan penumpukan gula di aliran darah.

Akibatnya, diabetes yang tak terkontrol dengan baik dapat menyebabkan sejumlah komplikasi serius, bahkan bisa merusak organ hingga jaringan tubuh. Adapun komplikasi diabetes, seperti:

  • Masalah kardiovaskular termasuk penyakit arteri koroner, nyeri dada, serangan jantung, stroke, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, aterosklerosis (penyempitan arteri)
  • Kerusakan saraf (neuropati) yang menyebabkan mati rasa dan kesemutan yang dimulai pada jari kaki atau jari tangan kemudian menyebar
  • Kerusakan ginjal (nefropati) yang dapat menyebabkan gagal ginjal atau kebutuhan untuk dialisis atau transplantasi
  • Kerusakan mata (retinopati) yang dapat menyebabkan kebutaan; katarak, glaukoma
  • Kerusakan kaki termasuk kerusakan saraf, aliran darah yang buruk, serta penyembuhan luka dan luka yang buruk
  • Infeksi kulit
  • Disfungsi ereksi
  • Kehilangan pendengaran
  • Depresi
  • Dementia
  • Masalah gigi


Simak Video "Kemenkes RI Laporkan Peningkatan Prevalensi Penyakit Diabetes-Stroke"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/vyp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT