Kok Bisa Kena HIV? Mantan Pekerja Seks di Bandung Bagikan Kisahnya

ADVERTISEMENT

HIV-AIDS

Kok Bisa Kena HIV? Mantan Pekerja Seks di Bandung Bagikan Kisahnya

Muhammad Fadhil Raihan - detikHealth
Minggu, 28 Agu 2022 06:22 WIB
Ilustrasi pengidap HIV
Ilustrasi pengidap HIV (Foto: Wisma Putra/detikJabar)
Jakarta -

Infeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus) tidak memiliki gejala yang spesifik, lalu bagaimana awal mula seorang pengidap tahu dirinya terinfeksi? Mantan pekerja seks di Bandung mengisahkan pengalamannya.

AS (33), seorang mantan wanita pekerja seks, awalnya tidak tahu menahu tentang HIV. Ia baru mulai paham ketika suaminya meninggal setelah terpapar virus penyebab AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome) tersebut.

"Setelah suami meninggal karena HIV saya tiga kali cek ke dokter karena muntaber, awalnya sembuh terus kambuh lagi, akhirnya pas cek ketiga dokternya inisiatif untuk cek HIV," tutur AS, ditemui di Female Plus, Jumat (26/8/2022).

Setelah akhirnya ia juga ketahuan positif, AS rutin berobat di RS Hasan Sadikin (RSHS). Dari rumah sakit itu pula, ia banyak mendapat edukasi tentang HIV dan pengobatan ARV (Anti Retroviral).

Bicara faktor risiko, AS baru menyadari bahwa profesi sebagai pekerja seks yang dijalaninya selama 2011-2015 membuatnya rentan terpapar. Terlebih, tidak semua pelanggannya mau pakai kondom sebagai pengaman.

"Dari pengelola atau bos emang ada prokes untuk pengaman, tapi kadang pakai pengaman kadang nggak tergantung tamunya, pelanggan sih bilangnya karena beli jadi pengen enak. Cerita ke pengelola tapi bilangnya risiko, jadi kayak lepas tanggung jawab," tuturnya.

Cerita lain dikisahkan oleh E (20), seorang pria yang juga mantan pekerja seks. Awalnya, ia mencari tahu sendiri informasi tentang HIV di internet. Karena terpikir bahwa profesinya sangat berisiko, ia berinisiatif untuk periksa.

"Dari sana saya sempet khawatir terus saya cari tes pengobatan gitu, terus pas datang ke RSHS ketemu satpam sempet bingung, katanya kalo mau cek HIV harus ada rujukan dari dokter," tutur E.

"Terus selang seminggu periksa. Pas dicek ada kuman papilloma, terus ditanya mau sekalian cek HIV, akhirnya dirujuk ke Poli Teratai di RSHS dan dinyatakan positif," kisahnya.

Saat ketahuan positif, E mengeluhkan gejala gatal-gatal di bagian anus. Menurut dokter, ada infeksi kuman papilloma atau kutil kelamin. Kecurigaan awal bahwa keluhan ini berhubungan dengan infeksi HIV diperkuat dengan riwayat E yang bergonta-ganti pasangan seks.

NEXT: HIV Sebenarnya Tidak Bergejala



Simak Video "AIDS dan 10 Gejala Umumnya: Batuk Kering-Demam"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT