Payudara 'Berbulu' Bikin Panik? Tenang, Ada 4 Penjelasan Ilmiahnya Kok

ADVERTISEMENT

Payudara 'Berbulu' Bikin Panik? Tenang, Ada 4 Penjelasan Ilmiahnya Kok

Fadilla Namira - detikHealth
Selasa, 30 Agu 2022 20:30 WIB
Ilustrasi Mengencangkan Payudara
Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto
Jakarta -

Tumbuhnya bulu-bulu di area kemaluan wanita adalah hal sangat biasa. Namun, apa jadinya bila hal tersebut tumbuh di sekitar payudara, terutama puting? Sist, jangan panik! ternyata itu adalah yang normal.

Seorang ahli bedah plastik sekaligus profesor asisten klinis di Weill Cornell Medical College dan Tulane University School of Medicine, Constance Chen, MD, mengatakan manusia memiliki folikel rambut di seluruh tubuh mereka untuk menumbuhkan rambut.

Artinya, seluruh tubuh, termasuk payudara pada perempuan memiliki folikel (kantung kelenjar) yang bisa menghasilkan rambut-rambut halus. Hal ini pun disebut dengan rambut areola (lingkaran coklat yang mengelilingi puting susu).

Bagaimana sih bentuknya?

Walaupun tidak ada patokan secara spesifik, biasanya rambut areola berbentuk hitam dan tipis. Dikutip dari Healthline, melalui penjelasan Rina Allawh, MD, dokter kulit dari Montgomery Dermatology LLC, secara umum rambut tersebut terlihat tipis dan halus. Namun, lambat laun akan lebih tebal dan kasar seiring perubahan hormon.

"Ketebalan dan tekstur rambut di puting sangat bervariasi tergantung pada individu, sama halnya dengan wajah dan rambut pada tubuh," jelas dr Rina.

Lalu, apa penyebab tumbuhnya bulu di area puting?

1. Perubahan hormon

Menurut dr Constance, sebenarnya hingga kini tidak ada alasan pasti mengapa hal tersebut bisa terjadi. Bisa jadi hal tersebut karena fluktuasi hormon dari pubertas atau pun kehamilan sehingga membuat bulu terlihat lebih gelap dan bertambah banyak.

2. Peningkatan hormon pria

Penyebab yang kedua adalah berlebihnya hormon pria pada wanita, yakni testosteron. Kondisi ini sebenarnya tidak terlalu serius. Hanya saja hal tersebut bisa sedikit merubah fisik, seperti banyak bulu yang tumbuh area muka dan kaki, serta peningkatan massa otot.

3. Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS)

PCOS merupakan kondisi saat terjadi ketidakseimbangan hormon reproduksi pada wanita. Hal ini bisa menyerang 1 dari 10 wanita berusia subur. Namun, hal ini jangan menjadi patokan utama. Perhatikan pula gejala lainnya, seperti perubahan periode menstruasi, rambut rontok, dan kemandulan.

4. Sindrom Cushing

Terakhir adalah Sindrom Cushing. Sindrom ini terjadi karena tingginya hormon kortisol di dalam tubuh. Hormon ini berguna untuk mengontrol gula dan tekanan darah. Menurut dr Rina, gejala lain dari sindrom ini adalah tekanan darah yang tinggi, mudah memar, stretch mark, melemahnya otot, serta munculnya bantalan lemak pada dada, perut, punggung atas, dan leher.

Ia juga menambahkan meminum obat-obatan tertentu, seperti imunoterapi juga menjadi penyebab tumbuhnya bulu di areola. Apabila malu, kamu bisa menghilangkannya dengan cara dicabut menggunakan pinset atau waxing dengan cara khusus.

Para ahli medis sangat tidak menyarankan untuk dicukur karena bisa mengiritasi kulit hingga menimbulkan infeksi.



Simak Video "Meremas Payudara Bikin Ukuran Lebih Besar, Benarkah?"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT