Bahaya BPA Intai Orang Dewasa, Ganggu Produktivitas & Picu Kanker

ADVERTISEMENT

Bahaya BPA Intai Orang Dewasa, Ganggu Produktivitas & Picu Kanker

Erika Dyah - detikHealth
Rabu, 31 Agu 2022 15:45 WIB
Ilustrasi BPA Free
Foto: Shutterstock
Jakarta -

Peringatan akan bahaya senyawa Bisphenol A (BPA) yang dapat luruh dari kemasan plastik keras polikarbonat terus disuarakan oleh pakar hingga berbagai lembaga peneliti dunia. Badan Kesehatan Dunia (WHO) pun menyampaikan kekhawatiran mereka pada plastik kemasan berbahan BPA ini.

Dalam laporannya, WHO mengungkap berbagai penelitian membuktikan BPA dalam kadar yang rendah sekalipun bisa memberikan efek negatif bagi kesehatan. Mulai dari memicu kanker payudara, obesitas, pubertas dini, impotensi, dan gangguan kesehatan lainnya.

Di Indonesia, Dokter Spesialis Anak sekaligus anggota Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Irfan Dzakir Nugroho, Sp.A, M.Biomed dalam sebuah diskusi virtual tahun lalu mengingatkan kontaminasi BPA tak hanya berbahaya bagi anak-anak, tapi juga berpengaruh pada orang dewasa.

"Pada usia dewasa atau usia produktif, BPA bisa memengaruhi produktivitas, menyebabkan gangguan pada saat kehamilan dan persalinan, termasuk menyebabkan obesitas dan beberapa penyakit metabolik," kata dr Irfan dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (31/8/2022).

Ia menerangkan BPA bisa memengaruhi senyawa yang dihasilkan oleh otak, seperti dopamine, serotonin, acetylcholine, dan hormon tiroid. Serta bisa membahayakan ibu hamil, karena mengganggu kerja endokrin dan mampu meniru hormon estrogen.

Terkait BPA yang mampu meniru hormon estrogen, para ahli sepakat menilai paparan hormon estrogen yang berlebihan ini bisa jadi salah satu pemicu kanker payudara. Oleh karena itu, setiap zat yang membuat hormon estrogen diproduksi secara masif dan berlebihan, termasuk senyawa BPA, diduga kuat dapat memicu kemunculan sel kanker.

"BPA bisa menyerupai hormon estrogen. Sangat dicurigai dapat memicu kanker payudara," ungkap Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia, Prof. Aru Wisaksono Sudoyo.

"BPA sendiri kerap dikaitkan dengan zat karsinogen yang juga cukup berpengaruh pada timbulnya sel kanker," tambah dokter spesialis penyakit dalam subspesialisasi hematologi dan onkologi medik di RSCM itu.

Diketahui, perubahan temperatur bisa menyebabkan kontaminasi pada makanan dan minuman berkemasan BPA. Adapun penggunaan bahan ini biasa ditemukan pada mayoritas kemasan air kemasan Indonesia masih menyandarkan kemasannya pada galon polikarbonat. Bahan ini terbuat dari polimer plastik ber-zat aditif BPA.

Selain itu, BPA juga biasa digunakan dalam lapisan kaleng makanan untuk memperlambat korosi. Kini, penggunaan polikarbonat turun kasta, sebagai material berupa bahan atap dan penutup pagar.



Simak Video "Bahas Tuntas Risiko Pelabelan yang Mengandung BPA di Kemasan Plastik"
[Gambas:Video 20detik]
(ncm/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT