ADVERTISEMENT

Rabu, 31 Agu 2022 14:35 WIB

Selain Kanker, Paparan BPA Disinyalir Timbulkan Obesitas & Impotensi

Yudistira Imandiar - detikHealth
Ilustrasi BPA Free Foto: Shutterstock/
Jakarta -

Paparan senyawa Bisphenol A (BPA) dikhawatirkan menimbulkan risiko kesehatan. BPA yang terkandung dalam botol guna ulang dapat masuk ke tubuh saat seseorang meminum air kemasan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan BPA dapat menimbulkan sejumlah masalah kesehatan. Risiko yang ditimbulkan BPA pun menjadi perhatian berbagai pihak.

"Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa dalam kadar yang rendah sekalipun, BPA bisa memberikan efek negatif bagi kesehatan. Di antaranya dapat memicu kanker payudara, obesitas, pubertas dini, impotensi dan gangguan kesehatan lainnya," tulis WHO dalam laporannya.

Pakar Biomedik Farmasi dan Farmakologi sekaligus Dekan Fakultas Farmasi Universitas Airlangga Prof. Junaidi Khotib menuturkan partikel BPA dapat mengkontaminasi air dalam kemasan.

"Dari kajian yang dilakukan, terjadi pelepasan atau migrasi partikel BPA ke makanan atau minuman yang bersinggungan langsung dengan kemasan primer, sehingga partikel BPA dapat masuk ke dalam tubuh melalui makanan atau minuman," jelas Prof. Junaidi dikutip dalam keterangan tertulis, Rabu (31/8/2022).

"Konsentrasi BPA dalam darah dan urin sangat erat dengan berbagai penyakit yang berkaitan dengan gangguan endokrin, yaitu gangguan pada hormonal sistem, perkembangan saraf dan mental pada anak-anak," imbuhnya.

Beberapa negara di dunia, antara lain Brazil, Prancis, Kanada, dan negara bagian Vermont dan Distrik Columbia di Amerika Serikat (AS) sudah melarang penggunaan BPA pada kemasan pangan, termasuk air minum dalam kemasan (AMDK). Negara bagian California di AS juga sudah mengatur pencantuman peringatan label bahaya BPA pada kemasan produk pangan olahan.

Adapun di Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah merilis rancangan perubahan atas Peraturan BPOM Nomor 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan, dan kini telah diserahkan ke Menteri Sekretaris Kabinet untuk disahkan. Adapun salah satu pasal yang diubah mengatur kewajiban pencantuman label 'Berpotensi mengandung BPA' pada produk air minum dalam kemasan (AMDK) yang menggunakan kemasan plastik keras polikarbonat.



Simak Video "Cegah Obesitas Anak, Dokter Spesialis Sarankan Ini"
[Gambas:Video 20detik]
(ads/ads)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT