Usul Poligami Cegah HIV Rugikan Perempuan Penyintas, Ini Alasannya

ADVERTISEMENT

HIV-AIDS

Usul Poligami Cegah HIV Rugikan Perempuan Penyintas, Ini Alasannya

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Sabtu, 03 Sep 2022 05:00 WIB
Mantan pekerja seks pengidap HIV
Ilustrasi perempuan dengan HIV positif (Foto: Wisma Putra/detikJabar)
Bandung -

Pernyataan Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum yang mengusulkan poligami dan pernikahan dini untuk menekan kasus HIV-AIDS menimbulkan kontroversi. Pasalnya, solusi yang ditawarkan dianggap merugikan perempuan khususnya para penyintas HIV.

Salah satunya diungkapkan oleh Ketua Female Plus, Yusriani Ratna Irani. Menurutnya, tidak ada yang menjamin poligami dan menikah muda itu dapat menurunkan atau menekan angka HIV-AIDS.

"Sebenarnya apa sih yang menjamin poligami itu akan menurunkan angka HIV? Di sini yang akan menjadi korban itu perempuan, apalagi perempuan yang HIV itu rentan untuk mendapat kekerasan, terlebih yang menikah muda," beber Yusriani pada detikcom, Jumat (2/9/2022).

"Menurut saya, kenapa di sini harus menggunakan statement seperti itu sih. Malah itu akan merugikan kami perempuan, terlebih yang penyintas HIV," sambungnya.

Bagaimana Cara yang Tepat untuk Mengatasinya?

Menurut Yusriani, lebih baik masyarakat diberikan edukasi terkait HIV-AIDS, seperti jalur penularannya hingga bahaya dari penyakit ini.

Tak hanya itu, langkah lainnya yang bisa dilakukan adalah dengan melibatkan lembaga LSM seperti Female Plus ini dalam pembentukan program atau hal lain untuk menangani orang dengan HIV-AIDS. Yusriani mengatakan selama ini para populasi kunci hanya dilibatkan untuk menjalankan program yang sudah ada.

"Setidaknya teman-teman populasi kunci ini dilibatkan dalam pembentukan program untuk menangani orang HIV-AIDS, yang memiliki berbagai latar belakang. Karena penanganannya berbeda, untuk LSL dan perempuan itu tidak sama," jelasnya.

Terkait usul poligami untuk mencegah HIV-AIDS, Uu belakangan menyampaikan permintaan maaf. Ia menekankan, pernyataan tersebut adalah pernyataan pribadi dan bukan pernyataan resmi pemerintah.

"Saya kalau memang ada hal yang disampaikan oleh saya tidak sependapat dengan masyarakat banyak, ya saya permohonan maaf ya tentang statement saya dalam sebuah wawancara seperti itu," kata Uu saat ditemui di gedung Pusdai Jabar, seperti dikutip dari detikJabar, Rabu (31/8/2022).



Simak Video "AIDS dan 10 Gejala Umumnya: Batuk Kering-Demam"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT