ADVERTISEMENT

Senin, 29 Nov 2021 19:30 WIB

Hari AIDS Sedunia

1 Desember Hari AIDS Sedunia, Beda HIV Vs AIDS Apa Sih?

Astika - detikHealth
HIV - sexually transmitted disease blood test and treatment Hari AIDS Sedunia, bedanya HIV dengan AIDS apa sih? (Foto: iStock)
Jakarta -

Setiap tanggal 1 Desember selalu diperingati sebagai Hari AIDS sedunia. Tahun ini, diperingati pada hari Rabu (1/12/2021) dengan tema 'Akhiri ketimpangan. Akhiri AIDS'. Tahu kan, bedanya HIV dan AIDS?

Tujuan dari peringatan Hari AIDS sedunia adalah untuk meningkatkan kewaspadaan akan bahaya penyakit HIV-AIDS dan memastikan bahwa setiap orang memiliki akses yang sama untuk pencegahan, pengujian, pengobatan, serta perawatan penyakit ini.

Hingga saat ini, masih banyak miskonsepsi yang menganggap HIV dan AIDS adalah sepaket yang tak terpisahkan. Padahal, keduanya menggambarkan kondisi yang sangat berbeda. Maka dari itu, Hari AIDS sedunia juga bisa menjadi momentum untuk meluruskan kekeliruan tersebut.

Lalu, apa perbedaan antara HIV dan AIDS?

HIV adalah virusnya

HIV atau Human Immunodeficiency Virus adalah virus yang dapat sebabkan melemahnya sistem kekebalan tubuh.

Virus ini hanya menginfeksi manusia dan menyerang sistem kekebalan tubuh. Akibatnya, sistem imun tidak bisa bekerja secara efektif dan lebih rentan terserang banyak penyakit.

AIDS adalah sindrom yang disebabkan HIV

AIDS atau Acquired Immunodeficiency Syndrome adalah kumpulan gejala akibat kekurangan atau kelemahan sistem kekebalan tubuh yang dibentuk sejak lahir. Penularan HIV yang dibiarkan tanpa pengobatan merupakan penyebab AIDS.

AIDS adalah kondisi saat infeksi HIV sudah berada di stadium 3 dan menyebabkan kerusakan serius pada sistem imun tubuh. Kondisi ini menunjukkan gejala yang kompleks dan bervariasi dari setiap pasien. Akibatnya, pengidap HIV-AIDS rentan terkena berbagai komplikasi, seperti tuberkulosis dan pneumonia.

Tidak semua HIV sebabkan AIDS

Tidak semua infeksi HIV berlanjut ke stadium 3 dan sebabkan AIDS. Faktanya, banyak orang yang mengidap HIV bertahun-tahun tanpa berkembang menjadi AIDS. Semua itu didukung oleh kemajuan pengobatan HIV saat ini, yakni terapi antiretroviral (ART).

Harapannya, dengan rutin memperingati Hari AIDS sedunia dapat mengurangi penyebaran miskonsepsi-miskonsepsi tersebut. Sehingga kesadaran masyarakat akan bahaya HIV-AIDS menjadi meningkat dan penyebaran kasus menjadi turun.

HIV tidak selalu menimbulkan gejala

Saat seseorang baru terinfeksi HIV, gejala yang muncul adalah seperti flu sekitar 2 hingga 4 minggu setelah penularan atau disebut infeksi akut. Pada fase ini, sistem imun tubuh masih bisa mengendalikan infeksi.

Namun, sistem imun tubuh hanya bisa mengendalikan dalam waktu lama tetapi tidak dapat sepenuhnya membunuh virus tersebut. Orang tersebut kemungkinan tidak menunjukkan gejala apapun selama bertahun-tahun. Namun, jika tidak diobati dengan ART, infeksi akan berkembang menjadi AIDS.



Simak Video "WHO Soroti Ketimpangan Perawatan HIV di Hari AIDS Sedunia"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT