Heboh 3 Kasus Kematian Pneumonia 'Misterius', WHO Turun Tangan

ADVERTISEMENT

Round-Up

Heboh 3 Kasus Kematian Pneumonia 'Misterius', WHO Turun Tangan

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Minggu, 04 Sep 2022 05:45 WIB
Blood cells, molecule of DNA forming inside the test tube. 3D illustration, conceptual image of science and technology.
Ilustrasi pneumonia misterius. (Foto: Getty Images/iStockphoto/ktsimage)
Jakarta -

Argentina baru-baru ini melaporkan 10 kasus pneumonia 'misterius', infeksi yang tidak diketahui penyebabnya, tiga di antaranya meninggal dunia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tengah memantau temuan tersebut.

"Kasus-kasus tersebut terkait dengan satu klinik swasta di kota San Miguel de Tucumán, yang terletak di bagian barat laut negara itu," demikian menurut Pan American Health Organization (PAHO), kantor regional WHO.

Mulanya, per Selasa (30/8/2022), ada lima petugas kesehatan dan seorang pasien yang dirawat secara intensif usai terkena pneumonia 'misterius'. Gejala sudah dialami sejak 18-22 Agustus.

Sementara Kamis (1/9), otoritas kesehatan setempat kembali melaporkan tiga kasus baru terkait pneumonia 'misterius', sehingga total kasus menjadi sembilan pasien.

Menyusul di Jumat (2/9) Argentina melaporkan satu kasus baru. Total kasus keseluruhan termasuk tiga pasien yang meninggal, ketiganya diketahui memiliki riwayat penyakit penyerta.

Apa gejalanya?

Dikutip dari Reuters, gejala yang ditemukan meliputi demam, nyeri otot dan perut, serta sesak napas. Beberapa pasien mengidap pneumonia di kedua paru-paru.

"Para ahli sudah melakukan seluruh tes untuk virus pernapasan yang selama ini diketahui, tetapi semuanya dinyatakan negatif," kata PAHO.

Sampel biologis telah dikirim ke Administrasi Laboratorium dan Institut Kesehatan Nasional Argentina untuk pengujian tambahan. Dr Michael Osterholm, seorang ahli penyakit menular di University of Minnesota, mengatakan bahwa penyebab kemungkinan infeksi adalah sesuatu yang dihirup oleh pasien.

Dirinya pertama kali mencurigai penyakit Legionnaires, yang disebabkan oleh menghirup tetesan air yang mengandung bakteri Legionella, tetapi tes telah mengesampingkan kemungkinan infeksi tersebut. PAHO dan WHO sedang memantau wabah dan membantu pejabat kesehatan setempat dalam penyelidikan.

Osterholm mengatakan 'penyakit misterius' kadang-kadang dapat dilaporkan, paling sering beberapa wabah lokal tidak memiliki implikasi pandemi. Ia berharap lima hingga sepekan ke depan informasi lebih pasti sudah ditemukan.



Simak Video "Gejala Pneumonia Misterius yang Tewaskan 4 Orang di Argentina"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT