Psikolog Forensik Yakin Putri Candrawathi Tak Alami Pelecehan, Ini Alasannya

ADVERTISEMENT

Psikolog Forensik Yakin Putri Candrawathi Tak Alami Pelecehan, Ini Alasannya

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Rabu, 07 Sep 2022 13:31 WIB
Tas Gucci Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi
Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo. (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Psikolog forensik Reza Indragiri menduga istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, tak dilecehkan. Ia menyebut ada 'siasat' malingering di balik pengakuan Putri sebagai korban hingga akhirnya Komnas HAM dan Komnas Perempuan meyakini dugaan kuat pelecehan seksual.

"Sebetulnya saya dan Komnas HAM, Komnas Perempuan, punya kesamaan. Yakni sama-sama berspekulasi, bedanya saya berspekulasi bahwa kejadian pelecehan seksual itu tidak ada," terangnya saat dihubungi detikcom Rabu (7/9/2022).

Keraguan Reza tersebut berawal dari pengakuan Putri Candrawathi yang lebih terbuka pada Komnas Perempuan, alih-alih Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Padahal, menurutnya, LPSK bisa memberikan perlindungan lebih kuat jika benar Putri mengalami pelecehan seksual.

"Orang yang mengaku dijahati secara seksual, dan mengalami penderitaan, tentu ingin memperoleh perlindungan. LPSK-lah lembaga perlindungan. Tapi kok Putri Candrawathi malah tidak kooperatif? Ini sakit betulan atau cuma pura-pura sakit?" katanya.

Pada akhirnya, muncul lah dugaan malingering yakni istilah yang diartikan saat seseorang berpura-pura sakit, atau melebih-lebihkan gejala medis yang dialami, baik pada fisik maupun psikis. Dikutip dari Medical News Today, 'siasat' dilakukan demi menghindari tanggung jawab seperti pekerjaan, tugas, hingga pengadilan hukum.

"Dia juga bisa jadikan pernyataan Komnas sebagai bahan membela diri di persidangan nanti. Termasuk bahkan membela diri dengan harapan bebas murni," klaim dia.

Kata Komnas Perempuan

Diberitakan sebelumnya, Ketua Komnas Perempuan Andy Yentriyani mengungkap alasan di balik Putri sebelumnya enggan memberikan keterangan. Bukan karena malingering, tetapi kemungkinan masalah mental yang dialami.

"Kami perlu menegaskan bahwa keengganan pelapor untuk melaporkan kasusnya, sedari awal itu karena memang merasa malu, menyalahkan diri sendiri, takut pada ancaman pelaku, dan dampak yang mungkin mempengaruhi seluruh kehidupannya," kata Andy saat menyampaikan keterangan di kantor Komnas HAM beberapa waktu lalu.

Dugaan pelecehan seksual yang dialami Putri juga diyakini Komnas HAM sebagai salah satu poin kesimpulan penyelidikan kematian Brigadir J, Juli lalu.

"Terdapat dugaan kuat terjadinya peristiwa kekerasan seksual yang dilakukan oleh Brigadir J kepada Saudari PC (Putri Candrawathi) di Magelang, tanggal 7 Juli 2022," kata komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara, dalam kesempatan yang sama.



Simak Video "Kata Psikolog soal Usia Muda Rentan Terjerat Love Bombing"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT