Riset Sebut Orang dengan Gaji Kecil Berisiko Alami Gangguan Otak Ini

ADVERTISEMENT

Riset Sebut Orang dengan Gaji Kecil Berisiko Alami Gangguan Otak Ini

Vidya Pinandhita - detikHealth
Rabu, 07 Sep 2022 15:42 WIB
motion blindness, ketidakmampuan mengenali gerakan
Ilustrasi riset menyebut orang dengan gaji kecil berisiko mengalami penurunan kemampuang mengingat. Foto: Thinkstock
Jakarta -

Riset terbaru menyebut orang yang berpenghasilan rendah atau memiliki gaji kecil rentan mengalami penurunan kemampuan otak dalam mengingat. Seperti apa temuannya?

Hal itu dipresentasikan dalam konferensi Alzheimer's Association 2022 Addressing Health Disparities. Disebutkan, menghasilkan uang dalam jumlah sedikit, tahun demi tahun, bisa memicu dampak negatif pada otak dan kemampuan mengingat.

Para peneliti dari Universitas Columbia menemukan hubungan antara gaji di bawah rata-rata dan fungsi kognitif pada masa mendatang.

"Penelitian kami menunjukkan bukti baru bahwa upah rendah terus-menerus selama tahun-tahun, selama puncak penghasilan, berkaitan dengan cepatnya penurunan memori di kemudian hari," terang penulis pertama sekaligus peneliti postdoctoral di Columbia Mailman School of Public Health di New York City, Katrina Kezios, PhD dalam rilisnya, dikutip dari Everyday Health, Rabu (7/9/2022).

Para peneliti mengacu pada data yang dikumpulkan pada 1992 hingga 2016. Penelitian dilakukan terhadap 2.879 subjek penelitian yang terdaftar dalam Health and Retirement Study, sebuah survei longitudinal terhadap sampel perwakilan nasional orang Amerika berusia 50 tahun ke atas.

Setiap subyek dikelompokkan ke dalam salah satu dari tiga kategori. Pertama, mereka yang tidak pernah mendapatkan upah rendah. Kedua, orang-orang yang sebentar-sebentar mendapatkan upah rendah. Ketiga, mereka yang selalu mendapatkan upah rendah.

Peneliti menemukan, pekerja dengan upah rendah yang berkelanjutan mengalami penurunan memori yang jauh lebih cepat di usia lebih tua. Mereka mengalami kira-kira satu tahun 'ekstra' penuaan kognitif dalam periode 10 tahun.

Dalam hal ini, peneliti juga memperhatikan sejumlah faktor lain seperti usia, jenis kelamin, ras atau etnis, pendidikan, tempat lahir, status perkawinan, pendidikan orangtua, keterampilan, kekayaan rumah tangga pada 1992, hingga status pensiun pada penilaian terkait memori.



Simak Video "Awas Kanker Otak, Kenali Gejalanya"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT