Bye bye Antre! Era Digitalisasi, RS Bakal Banyak Pakai Telekonsultasi

ADVERTISEMENT

Bye bye Antre! Era Digitalisasi, RS Bakal Banyak Pakai Telekonsultasi

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Kamis, 08 Sep 2022 16:46 WIB
Prodia terus melakukan terobosan guna memudahkan para pelanggannya di tengah pandemi Corona. Telekonsultasi ini salah satunya yang menjadi solusi.
Ilustrasi (Foto: dok. Prodia)
Jakarta -

Teknologi digital memiliki peran yang sangat penting, salah satunya di bidang kesehatan. Dengan adanya teknologi, pelayanan di rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya jauh lebih mudah. Seperti halnya diterapkan di salah satu rumah sakit, RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Direktur Utama RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo, Lies Dina Liastuti, SpJP(K), MARS, menjelaskan, salah satu teknologi digital seperti telekonsultasi berguna memudahkan dokter menjangkau pasien-pasien yang berada di luar rumah sakit, terutama di saat pandemi COVID-19.

"Pertama kali RSCM mengalami betul-betul dibuka matanya, kita butuh digitalisasi gara-gara pandemi, dan itu terjadi pada April 2020. Pada saat itu kita kelabakan sekali walaupun ada rumah sakit yang ditunjuk sebagai rujukan. Dan waktu kita merujuk pasien yang datang ke RSCM, RS Saroso penuh, RS Persahabatan penuh, jadi kita terpaksa menahan di dalam," tutur dr Lies.

dr Lies bercerita, saat itu banyak sekali masyarakat yang terpapar COVID-19 datang ke rumah sakit hingga berpotensi menularkan orang-orang. Hal inilah yang membuat rumah sakit kelabakan untuk menangani kasus tersebut sampai-sampai berpengaruh pada Sumber Daya Manusia (SDM) di rumah sakit.

Karenanya, RSCM mengusulkan aplikasi layanan telekonsultasi untuk memudahkan masyarakat berinteraksi dengan dokter, juga berguna mengurangi risiko penularan COVID-19 yang lebih tinggi. Apalagi pada saat itu masyarakat susah untuk keluar dari rumah lantaran diterapkannya Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

"Kita waktu itu menyiapkan SiapDok, kita yang pertama melakukan telekonsultasi," imbuh dr Lies.

"Jadi penggunaan teknologi terutama komunikasi verbal juga perlu, komunikasi data juga perlu, termasuk gambar-gambar, bagaimana radiologi punya orang bisa kita baca dari rumahnya dokter-dokter. Bayangkan pada saat peaknya di bulan Juli 2021 1.150 pasien per bulan datang dengan COVID-19 dan itu masih terus berpotensi menulari orang-orang, jadi kita harus menjaga ini semua dengan komunikasi yang aman," imbuhnya lagi.



Simak Video "Seputar Temuan Virus Mirip Covid-19 pada Kelelawar di China Selatan"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT