Dokter di Malang Tewas Bunuh Diri di Kontrakan, Begini Kronologinya

ADVERTISEMENT

Dokter di Malang Tewas Bunuh Diri di Kontrakan, Begini Kronologinya

Mochammad Fajar Nur - detikHealth
Kamis, 08 Sep 2022 20:45 WIB
Ilustrasi jenazah
Ilustrasi jenazah. Foto: Thinkstock
Jakarta -

Seorang dokter asal Gresik ditemukan tewas gantung diri di kontrakan. Korban berinisial AR (29), seorang dokter yang tengah menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di Universitas Brawijaya.

Polisi memastikan tewasnya dokter asal Gresik itu diakibatkan bunuh diri. Kasat Reskrim Polresta Malang Kota AKP Bayu Febriyanto Prayoga menyebut korban terakhir diketahui oleh teman-temannya pada Senin (6/9) malam.

Kemudian besoknya korban diketahui tak masuk kuliah dan tak terlihat seharian sehingga membuat teman-temannya berinisiatif mencari ke rumah kontrakan HA (pemilik kontrakan) yang berada di Jalan Monginsidi.

"Pagi tidak ikut kuliah, teman-temannya kuliah mencari. Kemudian teman-temannya ke kontrakan tersebut," tutur Bayu kepada detikJatim, dikutip Kamis (8/9/2022).

Namun saat kontrakan didatangi oleh HA dan teman-temannya, tak terlihat tanda-tanda orang di dalamnya. Pintu kontrakan juga terkunci dari dalam sehingga membuat mereka curiga dan memanggil ahli kunci untuk membuka pintu.

"Keadaan terkunci dari dalam. Dan saat dibuka bersama pemilik kontrakan, yang bersangkutan ditemukan gantung diri," ujar Bayu.

Temuan ini kemudian dilaporkan dan petugas yang langsung ke TKP. Jenazah korban dievakuasi ke RS Syaiful Anwar (RSSA).

Dari hasil visum et repertum, tak ditemui tanda-tanda kekerasan pada korban.

TERUSKAN MEMBACA, KLIK DI SINI

Catatan: Depresi dan munculnya keinginan bunuh diri bukanlah hal sepele. Jika merasakan dorongan untuk bunuh diri, segera hubungi profesional seperti psikolog, psikiater, maupun langsung mendatangi klinik kesehatan jiwa. Layanan konsultasi kesehatan jiwa juga disediakan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Indonesia (PDSKJI) di laman www.pdskji.org.



Simak Video "Fetish Kadang Bisa Berbahaya, Bagaimana Menyembuhkannya?"
[Gambas:Video 20detik]
(mfn/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT