ADVERTISEMENT

Sabtu, 10 Sep 2022 18:45 WIB

Viral Debat di Twitter, Begini Lho Cara yang Benar Redakan Demam Pakai Kompres

Vidya Pinandhita - detikHealth
Ilustrasi Demam Covid Ilustrasi demam (Foto: Getty Images/Enes Evren)
Jakarta -

Linimasa Twitter kini diramaikan debat perihal penggunaan kompres dingin versus kompres hangat untuk meredakan demam. Awalnya, seorang warga Twitter membagikan informasi bahwa kompres dingin bisa menurunkan demam adalah mitos semata. Namun kemudian, seorang pengguna Twitter lain merespons cuitan tersebut dan bersikeras kompres demam seharusnya benar menggunakan kompres dingin.

Spesialis penyakit dalam dr Andi Khomeini Takdir Haruni, SpPD-KPsi dari Junior Doctor Network Indonesia atau yang akrab disapa 'dr Koko' meluruskan, kompres yang digunakan untuk menurunkan demam adalah kompres air hangat. Pasalnya, air hangat melebarkan pembuluh darah dan membuat panas dalam tubuh keluar.

"Kompres-kompresan itu, kalau orang demam itu cocoknya dikompres dengan air hangat karena dia mau dibikin pembuluh darah melebar. Istilah kita, vasodilatasi. Pembuluh darah terbuka, maka dia lebih cepat panas dari dalam keluar," jelas dr Koko pada detikcom, Sabtu (10/9/2022).

Bagaimana Cara Kompres yang Benar?

dr Koko menambahkan, kompres air hangat boleh dicoba untuk meredakan gejala demam selain dengan cara meminum obat. Kompres untuk menurunkan demam cukup menggunakan air hangat, bukan air panas.

"Kompres dengan air hangat, bukan dari air mendidih. Karena yang mendekati sekitar 38-40 derajat itu sudah cukup. Jadi nggak mesti tinggi banget, karena 38 sampai 40 derajat sudah cukup, sudah membantu suhu pasien sudah turun," terangnya.

Namun dr Koko memberikan catatan, amat penting untuk mencari tahu penyebab demam. Sebab pada beberapa penyakit, demam tidak bisa diturunkan meski sudah pasien sudah dikompres. Misalnya, pada kasus demam akibat demam berdarah.

"Misalnya demam berdarah, biasanya itu nggak akan turun. Bisa menurunkan gejala sedikit, tapi yang kita takutkan pada demam berdarah bukan demamnya, justru migrasi cairan jadi turun suhunya, itu yang harus diantisipasi," jelasnya.

"Demam hanya satu gejala, tapi kalau yang dibahas cuma demamnya kompres air hangat bermanfaat," pungkas dr Koko.



Simak Video "Viral 'Fetish KTP' Diduga Penipuan, Ini Kata Dokter Boyke"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/vyp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT