ADVERTISEMENT

Senin, 12 Sep 2022 18:41 WIB

Fakta di Balik Kalkulator Kesehatan Mental dan Kapan Perlu Digunakan

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Ilustrasi kesehatan mental. Fakta di balik kalkulator kesehatan mental dan kapan harus menggunakannya. (Foto ilustrasi: Shutterstock)
Jakarta -

Kalkulator kesehatan mental adalah alat yang dapat digunakan untuk melakukan skrining awal mengenai kesehatan mental. Ini menjadi hal penting mengingat isu seputar kesehatan mental saat ini semakin ramai dibicarakan, di seluruh usia.

Kesehatan mental yang diukur mencakup kesejahteraan emosional, psikologis, dan sosial. Ini dapat mempengarui cara seseorang dalam berpikir, merasa, serta bertindak.

Banyak faktor yang berkontribusi pada masalah kesehatan mental, termasuk faktor biologis (genetik dan zat biologis tubuh), pengalaman hidup, juga riwayat keluarga.

Jenis Gangguan Mental

Dikutip dari laman Medline Plus, ada banyak jenis dari gangguan mental. Namun, beberapa yang umum termasuk:

  • Gangguan kecemasan, termasuk gangguan panik, gangguan obsesif-kompulsif, dan fobia
  • Depresi, gangguan bipolar, dan gangguan tidur, dan gangguan mood lainnya
  • Perubahan pola makan
  • Gangguan kepribadian
  • Gangguan stres pascatrauma
  • Gangguan psikotik, termasuk skizofrenia

Kapan Perlu Mencoba Kalkulator Kesehatan Mental?

Belakangan beredar video maupun konten di media sosial yang menampilkan sederet gejala gangguan jiwa. Tidak sedikit yang beranggapan bahwa ciri-ciri atau gejala itu membuat orang lebih mudah self diagnosis.

Padahal mendiagnosa diri sendiri sangat berbahaya bagi kesehatan mental dan fisik. Untuk lebih pastinya, disarankan untuk memeriksakan diri ke spesialis atau psikolog.

Namun, cara lainnya juga bisa dengan mencoba kalkulator kesehatan mental. Ini digunakan sebagai alat skrining awal untuk kesehatan mental.

Tetapi, setelah melakukan skrining, sebaiknya menghubungi tenaga kesehatan profesional. Ini dilakukan jika merasa memerlukan bantuan atau hasil skrining menunjukkan adanya gejala gangguan kesehatan mental.

Kategori yang Diukur Kalkulator Kesehatan Mental

Umumnya, kalkulator kesehatan medis disediakan dalam bentuk kuesioner. Di dalamnya, terdapat sejumlah pertanyaan tentang apa yang mungkin sedang dirasakan penggunanya saat itu.

Menurut psikolog klinis Karen Nimmo dalam tulisannya di Medium, ada beberapa kategori yang biasanya diukur dengan kalkulator kesehatan mental. Berikut penjelasannya:

1. Suasana hati

Suasana hati seseorang bisa mengalami pasang surut, kadang merasa sedih, frustrasi, santai, bahkan stabil. Untuk itu, kategori ini sangat perlu diukur.

2. Emosi

Setiap orang memiliki kekhawatiran dan masalah yang memicu reaksi atau emosi. Hal inilah yang perlu dikelola dengan baik.

3. Pikiran

Berpikir berlebihan dan gangguan sangat umum dalam gaya hidup yang sibuk dan dapat mengikis kinerja dan ketenangan pikiran - serta menggerogoti hubungan.

4. Tingkat stres

Stres dianggap sebagai hal yang negatif, tetapi ini adalah bagian integral dari kehidupan dan dapat membantu motivasi dan pencapaian. Dengan kalkulator kesehatan medis, setiap orang bisa mengukur sebesar apa tingkat stres yang sedang dialami.

5. Hubungan dengan orang di sekitar

Ini diukur dengan bagaimana perasaan dan hubungan seseorang dengan orang-orang yang ada di sekitarnya. Apakah memberikan dampak yang positif, atau malah sebaliknya.

5. Tentang diri sendiri

Perasaan tentang diri sendiri juga diukur. Misalnya lebih senang menghabiskan waktu sendirian agar bebas dari rasa bersalah dan kecemasan, atau menikmati waktu bersama orang terdekat.

7. Masa depan

Salah satu ciri khas kesehatan mental yang baik adalah memiliki pandangan yang optimis tentang masa depan. Misalnya melihat masa depan sebagai harapan, senang dengan rencana, kemungkinan, dan impian.

8. Dimensi ekstra

Ini termasuk kemampuan seseorang untuk bermimpi (di siang hari) untuk berpikir kreatif, menciptakan hal-hal baru, atau menghasilkan ide segar.



Simak Video "WHO: Hampir 1 Miliar Orang di Dunia Memiliki Gangguan Mental"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT