Fakta-fakta Bjorka Hacker Buka Data Luhut dkk Belum Booster COVID

ADVERTISEMENT

Fakta-fakta Bjorka Hacker Buka Data Luhut dkk Belum Booster COVID

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Selasa, 13 Sep 2022 12:01 WIB
Rapat Koordinasi Nasional Percepatan Pengembangan Lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas Tahun 2021” yang diselenggarakkan Kemenkomarves, Rabu (1/12/2021).
Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Kemenparekraf)
Jakarta -

Baru-baru ini heboh terkait data pribadi para menteri hingga Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) bocor di media sosial, disebut-sebut berasal dari Bjorka hacker. Awalnya, data tersebut diunggah di akun Bjorka yang kini statusnya sudah 'disuspend', sehingga tak bisa diakses.

Meski begitu, potongan tangkapan layar terkait data tersebut terlanjur viral di media sosial. Begitu juga beredar narasi yang menyebut beberapa menteri belum menerima vaksin booster COVID-19 atau dosis ketiga. Berikut fakta-faktanya.

Nama Tokoh yang Disebut Belum Booster

Berdasarkan data Bjorka hacker, nama-nama menteri yang belum booster atau vaksin ketiga, di antaranya adalah Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko marinves) Luhut Binsar Pandjaitan, hingga Menteri Kominfo Johnny G Plate.

Selain menteri, Ketua DPR RI, Puan Maharani juga disebut belum mendapatkan vaksin booster lantaran pengecekan manual melalui NIK yang tersebar di media sosial.

Berdasarkan PeduliLindungi

Setelah ditelusuri lebih lanjut melalui aplikasi PeduliLindungi berdasarkan data NIK yang beredar, salah satu menteri yang disebut belum vaksinasi dosis ketiga yakni Luhut dinyatakan sudah melakukan vaksinasi COVID-19 booster.

Adapun status warna di aplikasi PeduliLindungi Luhut berwarna hijau, artinya tak teridentifikasi positif COVID-19. Ia terakhir melakukan tes COVID-19 pada tanggal 10 September 2022, berdasarkan keterangan PeduliLindungi yang diakses detikcom per Senin (12/9/2022).

Hal itu juga didukung oleh keterangan yang diucapkan oleh juru bicara Kemenko Marinves Jodi Mahardi. Ia mengatakan, Luhut telah mendapatkan vaksinasi COVID-19 ketiga pada awal Januari 2022.

"Pak Menko sudah booster kok. Ada sertifikat vaksin ketiga-nya tertanggal 8 Januari 2022," terang dia kepada detikcom, Senin (12/9)

Sementara yang lainnya sampai saat ini belum ada keterangan lebih lanjut mengenai status vaksinasi mereka. Pihak Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) juga belum bersuara mengenai temuan status vaksin bisa dengan mudah dilihat dengan nomor NIK.

Tanggapan Pakar Epidemiolog

Dihubungi terpisah, Epidemiolog Pandu Riono dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia ikut merespons viral dugaan data para menteri hingga DPR bocor. Menurutnya, data tersebut merupakan data lama yang belum diperbarui statusnya.

"Bocoran data tentang riwayat vaksinasi para pejabat menunjukkan data tersebut, lama yang belum terupdate. Ayo segera dibooster siapapun Anda, termasuk tokoh yang dianggap berpengaruh," tutur Pandu dalam akun Twitter pribadinya, dikutip detikcom atas izin yang bersangkutan, Selasa (13/9).

"Agar Indonesia bisa mengakhiri pandemi segera. Semoga cukup booster satu kali saja, tidak perlu tambahan lagi," sambungnya.



Simak Video "7 Kombinasi Vaksin Covid-19 untuk Booster Kedua Lansia"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT