ADVERTISEMENT

Selasa, 13 Sep 2022 13:08 WIB

6 Warga Baduy Meninggal dalam Sebulan, Kemenkes Belum Pastikan TBC Pemicunya

Mochammad Fajar Nur - detikHealth
Rumah Adat Suku Baduy Banten Rumah Adat Baduy. (Foto: istimewa)
Jakarta -

Dalam sebulan terakhir dilaporkan enam orang warga Baduy meninggal dengan gejala demam atau panas. Tim medis dari Sahabat Relawan Indonesia (SRI) melakukan pengambilan sampel darah pada warga Baduy Dalam untuk mengetahui penyebab dari kejadian ini.

Menurut hasil tes pemeriksaan darah, Koordinator Sahabat Relawan Indonesia (SRI) Muhammad Arif Kirdiat mengatakan dari enam sampel darah yang diperiksa, dua sampel darah dinyatakan positif TBC.

Sementara Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI, dr Maxi Rein Rondonuwu menyebut pihak Kemenkes RI belum bisa memastikan kemungkinan tersebut. Kemenkes RI sebelumnya mengirimkan tim penyelidikan epidemiologi untuk memeriksa kasus ini.

"Masih dalam proses penyelidikan epidemiologi tim Dinkes," ujar Maxi dihubungi detikcom, Selasa (13/9/2022).

Dalam kesempatan terpisah, juru bicara Kementerian Kesehatan RI dr Mohammad Syahril juga mengutarakan hal serupa. Ia memastikan kesimpulan penyebab dari kejadian ini belum bisa dipastikan terkait TBC.

"Iya belum bisa disimpulkan (TBC), jangan dulu kebakaran jenggot nanti jumat ada konferensi pers," ujarnya ditemui detikcom di Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (13/9).

"Ini kan ada 6, jadi jangan terburu-buru diinvestigasi dulu, ada yang mati 1 saja kita investigasi," sambungnya.

Ia menyatakan Kemenkes RI akan mengumumkan hasil penyelidikan investigasi dan penyebab penyakit dari kejadian ini pada konferensi pers di Jumat (16/9) mendatang.

"Masih dalam proses investigasi Kemenkes. Nanti ada konpers-nya menyusul Jumat," pungkasnya.



Simak Video "Kemenkes Pantau Warga Baduy yang Diduga Terjangkit TBC dan Campak"
[Gambas:Video 20detik]
(mfn/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT