Naik Takhta di Usia 73 Tahun, Kondisi Kesehatan Raja Charles III Jadi Sorotan

ADVERTISEMENT

Naik Takhta di Usia 73 Tahun, Kondisi Kesehatan Raja Charles III Jadi Sorotan

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Rabu, 14 Sep 2022 08:05 WIB
Britains King Charles III and Britains Camilla, Queen Consort greet the crowd upon their arrival Buckingham Palace in London, on September 9, 2022, a day after Queen Elizabeth II died at the age of 96. - Queen Elizabeth II, the longest-serving monarch in British history and an icon instantly recognisable to billions of people around the world, died at her Scottish Highland retreat on September 8. (Photo by Daniel LEAL / AFP)
Raja Charles III. (Foto: AFP/DANIEL LEAL)
Jakarta -

Kematian Ratu Elizabeth II membawa Pangeran Charles III naik takhta menjadi Raja baru Inggris. Sebagai ahli waris urutan pertama, Charles secara otomatis menjadi penerus Kerajaan Inggris dengan gelar Raja Charles III.

Charles III menjadi orang tertua dalam sejarah Inggris yang menjadi raja pada usia 73 tahun. Menduduki takhta pada usia setua itu, Charles III diragukan kondisi kesehatannya.

Pekerjaannya menuntut dengan keterlibatan resmi harian, banyak perjalanan dan pertemuan tanpa henti dengan penasihat, pejabat tinggi, dan warga biasa.

"Raja Charles, yang ibunya mencapai usia 96 tahun dan ayahnya meninggal tahun lalu pada usia 99 tahun, mungkin menantikan pemerintahan yang layak meskipun baru dimulai pada usia 73 tahun," kata Andrew Steele, seorang ilmuwan Inggris dan penulis buku 'Ageless: Ilmu Baru Menjadi Tua Tanpa Menjadi Tua'.

Berikut kondisi kesehatan Raja Charles III yang jadi sorotan:

1. Terinfeksi COVID dua kali

Raja Charles III pertama kali positif virus Corona pada akhir Maret 2020. Kemudian dia positif lagi untuk kedua kali pada Februari tahun ini.

2. Tangannya yang bengkak disorot

Sudah beberapa tahun berlalu sejak publik bertanya-tanya tentang jari dan tangan raja yang bengkak. Tangan Raja Charles masih terlihat bengkak dalam beberapa hari terakhir saat dia bertemu dengan Perdana Menteri Inggris Liz Truss pada 9 September.

Tidak ada kata resmi tentang diagnosisnya. Namun dokter mengatakan gejala ini dapat disebabkan oleh berbagai masalah.

Penyakit jantung, hati, dan ginjal adalah penyebab umum pembengkakan, tetapi biasanya melibatkan seluruh tubuh, kata Dr Jeffrey Linder, kepala penyakit dalam di Northwestern Medicine di Chicago.

"Tangan dan kaki biasanya akan bengkak duluan. Tapi saya tentu harus melihat keseluruhan," katanya kepada Today.

Gangguan inflamasi, seperti rheumatoid arthritis, psoriatic arthritis, dan bentuk lain dari arthritis atau peradangan pada kulit, juga jadi kemungkinan penyebabnya.



Simak Video "Inggris Jadi Negara Pertama yang Setujui Vaksin Khusus Omicron"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT