Menkes Sebut COVID-19 RI Terkendali, Isyarat Akhir Pandemi Sudah di Depan Mata?

ADVERTISEMENT

Round Up

Menkes Sebut COVID-19 RI Terkendali, Isyarat Akhir Pandemi Sudah di Depan Mata?

Vidya Pinandhita, Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Jumat, 16 Sep 2022 05:02 WIB
Tenaga kesehatan menerima Vaksinasi COVID-19 booster kedua di Gelanggang Remaja Pulogadung, Jakarta Timur, Senin (1/8/2022). Vaksinasi booster kedua yang diadakan 1-5 Agustus tersebut diberikan untuk tenaga kesehatan dengan ketersediaan 150 dosis per hari.
COVID-19 (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan update terkini COVID-19 di Indonesia. Menurutnya, gelombang Omicron subvarian BA.4 dan BA.5 beberapa waktu lalu tidak terlalu berimbas.

"Indonesia sekarang relatif terkendali," katanya saat ditemui di Kantor Kemenkes, Kamis (16/9/2022).

Sebagaimana diketahui, kedua subvarian Omicron tersebut telah memicu lonjakan COVID-19 di sejumlah negara. Indonesia juga sempat mengalami peningkatan, namun tidak setajam amukan varian-varian sebelumnya.

Saat ini, tren kenaikan kasus relatif melandai dan bahkan cenderung turun. Meski demikian, Menkes mengingatkan untuk tidak lengah karena selalu ada kemungkinan gelombang baru COVID-19 di masa mendatang.

Sebagai antisipasi, Menkes yang juga baru saja sembuh dari COVID-19 kembali mengingatkan cakupan vaksinasi booster yang masih belum mencapai target. Hingga saat ini, cakupan vaksinasi dosis ketiga masih tertahan di angka 26 persen dari target cakupan.

"Yang belum di booster ketiga akan encourage, kita kejar lagi di akhir tahun untuk mempersiapkan yang belum di booster ketiga," pesan Menkes.

Booster kedua perlu diperluas?

Dalam kesempatan berbeda, Satuan Tugas COVID-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) menyebut booster kedua tidak hanya dibutuhkan oleh tenaga kesehatan. Karenanya, booster kedua juga disarankan untuk kelompok rentan lainnya.

"Berikutnya (kelompok yang membutuhkan vaksin COVID-19 booster kedua) adalah lansia. Kenapa lansia menjadi kelompok yang butuh? Karena lebih rentan. Orang semakin tua sistem imunnya semakin menurun. Bertambah usia, imunnya menurun," kata dr Erlina Burhan, SpP(K) dari PB IDI, Kamis (15/9/2022).

Kelompok rentan lainnya yang didorong mendapatkan booster kedua adalah pengidap komorbid. Makin banyak komorbiditas yang diidap, makin butuh perlindungan dari vaksinasi booster kedua.

NEXT: WHO mengisyaratkan akhir pandemi sudah di depan mata



Simak Video "Epidemiolog: Status Pandemi Dicabut Bukan Akhir dari Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT