ADVERTISEMENT

Kamis, 15 Sep 2022 10:00 WIB

Dokter Beberkan Sederet Pemicu Tumor Payudara, Seblak Termasuk Nggak Ya?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Viral curhatan seorang wanita mengidap tumor payudara usai terbiasa makan seblak hingga mi ayam setiap hari. Foto: Tangkapan layar: SS Viral
Jakarta -

Seorang wanita di Palembang, Nanda (22), viral setelah membagikan pengalamannya mengidap tumor payudara. Ia mengaku, dirinya doyan mengkonsumsi junk food dan makanan bermicin seperti seblak dan mi instan. Bahkan, jajanan tersebut bisa ia makan hampir setiap hari.

"Aku sering mengonsumsi makanan kaya junk food, seblak, bakso, mie instan, terutama yang banyak mengandung MSG, frekuensinya ya bisa dibilang hampir setiap hari suka makan kaya gitu," ujar Nanda pada detikcom, Selasa (13/9/2022).

Awalnya, Nanda merasakan nyeri di payudara kanannya dan ada benjolan. Setelah diperiksa dokter, Nanda diketahui memiliki tumor seukuran telur ayam. di payudara kanan. Nanda kemudian menjalani operasi lantaran khawatir, tumornya akan bertumbuh membesar.

"Waktu awal ngerasain nyeri di payudara sebelah kanan, besoknya langsung ke dokter. Saat sudah cek, ternyata ada tumor jinak dan ukurannya berdiameter sekitar 6 sentimeter, ya kira-kira sebesar telur ayam," jelas Nanda lebih lanjut.

"Setelah tau ada benjolan, langsung tanya hal itu ke teman, kebetulan ada teman yang punya gejala yang sama dan sudah dioperasi, nama penyakit itu adalah tumor jinak di payudara atau fibroadenoma mammae (FAM)," sambungnya.

Menurut spesialis penyakit dalam subspesialis hematologi-onkologi (kanker) dari Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban, tumor dan kanker payudara sebenarnya tidak ada hubungannya dengan kebiasaan makan makanan bermicin. Namun memang, terdapat kebiasaan yang bisa memicu risiko tumor dan kanker payudara. Di antaranya, berkaitan dengan keaktifan gerak fisik, obesitas, dan kebiasaan konsumsi minuman beralkohol.

"Tidak ada (hubungan konsumsi makanan bermicin dengan risiko tumor payudara)," terang Prof Zubairi saat dihubungi detikcom, Kamis (15/9).

"Tapi riwayat tumor jinak bisa kemudian menjadi kanker, tapi tidak semuanya. Jadi kalau kita mempunyai tumor, diperiksa, dibiopsi jinak, maka sedikit meningkatkan risiko. Tapi micin tidak ada hubungannya dengan risiko tumor dan kanker payudara," imbuhnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT