ADVERTISEMENT

Kamis, 15 Sep 2022 13:34 WIB

Micin Sering Disebut 'Biang Kerok' Kanker, Dokter Pastikan Itu Mitos!

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Viral curhatan seorang wanita mengidap tumor payudara usai terbiasa makan seblak hingga mi ayam setiap hari. Foto: Tangkapan layar: SS Viral atas izin yang bersangkutan.
Jakarta -

Belakangan heboh seorang wanita berusia 22 tahun mengidap tumor payudara diduga karena sering mengkonsumsi makanan bermicin atau monosodium glutamat (MSG). Wanita bernama Nanda di Palembang ini hampir setiap hari mengkonsumsi makanan seperti seblak dan mi instan.

Hal ini disebutnya memicu tumor jinak di payudara yang ukurannya berdiameter 6 sentimeter.

"Setelah tau ada benjolan, langsung tanya hal itu ke teman, kebetulan ada teman yang punya gejala yang sama dan sudah dioperasi, nama penyakit itu adalah tumor jinak di payudara atau fibroadenoma mammae (FAM)," jelas Nanda pada detikcom, Selasa (13/9/2022).

Namun, Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia Prof Dr dr Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD, K-HOM menegaskan bahwa monosodium glutamat atau vetsin ini tidak menyebabkan tumor maupun kanker. Menurutnya, suatu penyakit yang kebetulan muncul tidak selalu disebabkan makanan yang dikonsumsi.

"Kalau sesuatu hal yang kebetulan, misalnya karena seseorang banyak makan kecap terus kena kanker kan belum tentu karena kecapnya itu," beber Dr Aru saat dihubungi detikcom, Kamis (15/9/2022).

"Jadi, dia (MSG) mempunyai banyak kerugian juga. Tapi, MSG atau monosodium glutamat atau vetsin tidak terbukti menyebabkan kanker," sambungnya.

Dr Aru mengatakan MSG ini sudah diketahui sejak lama. Pertama kali ditemukan di Jepang, dan kini diformulasikan ulang dengan dosis yang lebih tinggi.

MSG juga dapat menyebabkan beberapa kerugian untuk tubuh, seperti menyebabkan obesitas (kegemukan), gangguan pencernaan, jika seseorang sensitif bisa alergi.

"Seperti orang-orang Eropa, orang kulit putih nggak tahan terhadap MSG suka drop. Tapi, kalau kita sih nggak," jelasnya.

Untuk batasan konsumsi, dikutip dari MedicineNet, penyajian MSG yang ideal harus kurang dari 0,5 gram dalam makanan. Jika dikonsumsi di atas 3 gram, bisa menyebabkan keluhan kesehatan seperti sakit kepala dan kantuk.

Food and Drug Administration (FDA) mengklasifikasikan MSG sebagai 'umumnya diakui aman', seperti gula dan soda kue. FDA juga mengklaim bahwa tubuh memetabolisme MSG persis seperti memetabolisme glutamat alami.



Simak Video " Awal Mula Marshanda Idap Tumor Payudara"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT