Nambah! Bocah Meninggal Diduga Terkait Paracetamol Jadi 40 Kasus

ADVERTISEMENT

Nambah! Bocah Meninggal Diduga Terkait Paracetamol Jadi 40 Kasus

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Jumat, 16 Sep 2022 10:20 WIB
This will fix that toothache!
Foto: Getty Images/pjjones
Jakarta -

Aliansi Perlindungan Anak (CPA) di Gambia, Afrika Barat menerima laporan kematian kasus anak lebih dari 40 orang, terkait kemungkinan toksisitas dari sirup paracetamol. CPA menilai ini adalah keprihatinan serius yang perlu diwaspadai.

Sebelumnya diberitakan, kemungkinan kaitan paracetamol dan kematian puluhan anak terungkap dalam hasil autopsi.

"Puluhan anak (di bawah usia lima tahun) telah meninggal dalam tiga bulan terakhir," kata direktur layanan kesehatan Gambia, Mustapha Bittaye, dikutip dari Reuters.

"Autopsi menunjukkan kemungkinan kaitan dengan paracetamol," katanya, mengidentifikasi seluruh kasus kematian sebelumnya mengonsumsi sirup paracetamol.

Di sisi lain, 60 anak dilaporkan mengalami gagal ginjal akut. Hingga kini, belum ada pernyataan resmi terkait kepastian penyebab tersebut, sementara WHO ikut menginvestigasi.

Kemenkes setempat belakangan juga menyoroti kemungkinan lain di balik penyebab puluhan anak meninggal yakni infeksi bakteri E coli akibat banjir besar, yang membuat sumber air kemungkinan terkontaminasi sehingga terjadi penularan.

"Aliansi Perlindungan Anak telah menerima dengan keprihatinan serius kematian lebih dari empat puluh anak, dan enam puluh lainnya terkena Cedera Ginjal Akut (AKI), sebagai akibat dari kemungkinan penyebab E coli dan toksisitas dari sirup parasetamol," kata CPA dalam pernyataannya, baru-baru ini, dikutip dari media lokal The Point, Jumat (16/9/2022).

"CPA berpandangan bahwa ini adalah tragedi nasional dan menyerukan penyelidikan segera atas keadaan seputar impor pengiriman sirup paracetamol ke Gambia," lanjutnya.

CPA juga mendesak kementerian lain termasuk kesejahteraan sosial untuk menindak lebih lanjut jika ditemukan pelanggaran atau kelalaian dalam pengawasan obat yang diimpor ke Gambia.

"Meskipun kami mengakui upaya investigasi oleh Kementerian Kesehatan, kami juga meminta otoritas lain seperti Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Gender, Anak dan Kesejahteraan Sosial untuk berperan aktif dalam proses penyelidikan dan mengambil tindakan tegas terhadap setiap dugaan pelanggaran. Bermain, atau tindakan kelalaian untuk mencegah terulangnya impor obat-obatan terlarang di masa depan yang membahayakan kehidupan dan kesejahteraan anak-anak kita," kata mereka.

"Penting untuk dicatat, bahwa ada Badan Pengawas Obat yang dibentuk, yang diberi mandat untuk mengatur kualitas dan keamanan obat-obatan dan produk terkait dan untuk memastikan kepatuhan dalam impor dan distribusi produk obat di Gambia," pesannya.



Simak Video "Penemuan BPOM soal Sirup Paracetamol Picu Lonjakan Kasus Gagal Ginjal"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT