Resesi Seks Jepang di Depan Mata: Perjaka Membludak, Wanita Ogah Kawin

ADVERTISEMENT

Resesi Seks Jepang di Depan Mata: Perjaka Membludak, Wanita Ogah Kawin

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Jumat, 16 Sep 2022 20:38 WIB
young asian couple with relationship problem appear depressed and frustrated.
Ilustrasi seks (Foto: Getty Images/iStockphoto/imtmphoto)
Jakarta -

Jepang dihadapkan dengan krisis populasi di depan mata. Tingkat perkawinan dan kelahiran di negara itu terendah sepanjang sejarah. Istilah ini juga banyak disebut sebagai resesi seks.

Dikutip dari The Guardian, dalam laporan terbaru, angka pria dan wanita di Jepang yang tidak ingin menikah memecahkan rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Data Institut Nasional Kependudukan dan Jaminan Sosial, ditemukan bahwa 17,3 persen pria dan 14,6 persen wanita berusia antara 18 dan 34 tahun di Jepang mengatakan mereka tidak berniat untuk menikah. Angka ini merupakan yang tertinggi sejak kuesioner pertama kali dilakukan pada tahun 1982.

Penurunan jumlah pernikahan memiliki konsekuensi terhadap tingkat kelahiran Jepang karena menghadapi prospek depopulasi atau penurunan populasi karena tidak ada bayi yang lahir.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan hal ini termasuk keinginan yang muncul di kalangan wanita muda pekerja untuk menikmati kebebasan dengan menjadi lajang dan berkarir.

Pria mengatakan mereka juga menikmati menjadi lajang, tetapi juga menyuarakan keprihatinan atas keamanan pekerjaan dan kemampuan mereka untuk menafkahi keluarga.

Jumlah bayi yang lahir di Jepang pada 2021 turun 29.231, atau 3,5 persen. Jumlah pernikahan turun 24.391 dari 501.116, angka terendah sejak akhir perang dunia kedua.



Simak Video "Cegah Cacar Monyet, WHO Minta Masyarakat Hindari Seks Bebas"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT