AS Nyatakan Pandemi COVID-19 Sudah Berakhir, Ini Alasannya

ADVERTISEMENT

AS Nyatakan Pandemi COVID-19 Sudah Berakhir, Ini Alasannya

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Senin, 19 Sep 2022 11:30 WIB
President Joe Biden speaks outside Independence Hall, Thursday, Sept. 1, 2022, in Philadelphia. (AP Photo/Evan Vucci)
Presiden AS Joe Biden. (Foto: AP Photo/Evan Vucci)
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengumumkan pandemi COVID-19 sudah berakhir, dalam sebuah wawancara pada Minggu (18/9/2022). Klaim ini muncul di tengah ratusan orang masih dilaporkan meninggal akibat COVID-19.

"Pandemi sudah berakhir," kata Biden dalam wawancara 60 Menit CBS, dikutip dari Channel News Asia.

"Kami masih memiliki masalah dengan COVID-19. Kami masih melakukan banyak hal untuk itu. Tetapi pandemi sudah berakhir. Jika Anda perhatikan, tidak ada yang memakai masker. Semua orang tampaknya dalam kondisi yang cukup baik. Jadi saya pikir itu berubah," klaim dia.

Tren angka kematian akibat COVID-19 memang berkurang signifikan sejak awal masa jabatan Biden. Kala itu, korban COVID-19 bisa menyentuh lebih dari 3 ribu orang per hari.

Seiring dengan peningkatan perawatan baik di akses obat maupun vaksinasi, tren kematian terus melandai. Meski begitu, angkanya masih relatif tinggi yakni 400 orang meninggal akibat COVID-19 dalam satu hari menurut Pusat dan Pengendalian Pencegahan Penyakit AS.

Biden sendiri sempat terpapar COVID-19 dan lebih dari dua minggu menjalani isolasi di Gedung Putih, ia bahkan mengalami rebound COVID-19 yakni kembali terinfeksi pasca sembuh dengan gejala yang dikeluhkan terbilang ringan.

Biden meyakini banyaknya kasus COVID-19 ringan merupakan bukti perbaikan dalam perawatan para pasien.



Simak Video "Ada 74 Persen Pasien Covid-19 Gejala Berat di RS yang Belum Booster"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/suc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT